Page 205 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2020
P. 205
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengungkapkan, demi
menjalankan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19, buruh yang hadir
dalam aksi tersebut dibatasi hanya berjumlah 300-an orang.
"Aksinya 16 Desember besok, jam 10.00 sampai 12.00 siang. Kami hanya aksi dua jam," tekan
Iqbal dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/12/2020).
Dijelaskannya, aksi demo sengaja diselenggarakan sebelum sidang MK digelar karena para buruh
ingin pesan mereka tersampaikan, dan menjadi bahan pertimbangan hakim dalam memutus
perkara dengan bijak.
"Sidang memang jam 14.00, tapi kami mulai di awal saja, biar ada pesan yang sampai ke para
hakim MK," jelasnya.
Adapun terkait protokol kesehatan, Iqbal memastikan hal itu bakalan dipatuhi. Jarak antar
pengunjuk rasa pun akan diatur minimal 1 meter. Para peserta aksi juga bakalan dibekali dengan
masker, dan hand sanitizer.
Lebih lanjut ditekankan Iqbal, aksi ini tidak hanya digelar di Jakarta, melainkan juga di 25 wilayah
provinsi. Di sana, buruh menggelar aksi di depan kantor pemerintah daerah masing-masing.
"Nanti ada mungkin 200-300 buruh, kami yakin physical distancing. Kami bisa atur kalau cuma
ratusan, itu juga mobil komando juga cuma satu," bebernya.
Nah, untuk mengakomodir ratusan ribu buruh yang tidak dapat ikut aksi unjuk rasa secara
offline, KSPI melalui media sosialnya bakalan menyiarkan secara langsung aksi unjuk rasa di
lapangan.
"Kekuatan sosmed kita akan mudah-mudahan meruntuhkan dan menggentarkan hati nurani dan
pikiran rasionalitas hakim MK, mau mendengar suara rakyat, bahwa rakyat menolak, meminta
batalkan omnibus law," pungkasnya.
(Foto: Presiden KSPI Said Iqbal saat diwawancarai awak media massa/ANTARA/Muhammad
Zulfikar).
204

