Page 200 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2020
P. 200

"Ada demo anarkis yang mengakibatkan terjadinya kebakaran untuk unit mobil dan pos jaga.
              Tapi untuk smelter saya belum dapat infonya," ungkap Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol
              Ferry Walintuka.



              FAKTA KERUSUHAN DEMO BURUH PABRIK NIKEL DI KONAWE, TUNTUT KENAIKAN
              GAJI HINGGA BAKAR BANGUNAN

              - Aksi para buruh di kawasan Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Kabupaten Konawe, Sulawesi
              Tenggara (Sultra), berujung ricuh.

              Kerusuhan  dipicu  kekecewaan  buruh  karena  tuntutan  mereka  untuk dijadikan  karyawan dan
              kenaikan gaji tak digubris perusahaan.

              Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat dan Perlindungan Tenaga Kerja (SPTK) Kabupaten
              Konawe,  sempat  terlibat  keributan  dengan petugas  keamanan  pabrik  dan  akhirnya berujung
              kerusuhan.

              Berikut ini fakta lengkapnya: Para buruh mengaku kecewa atas sikap perusahaan yang tidak
              menanggapi tuntutan mereka soal kenaikan gajidan status pengangkatan karyawan.

              Lalu, pada Senin malam massa memutuskan untuk bertahan di pabrik smelter asal China itu.
              Menurut Ketua SPTK Konawe Kasman Hasbur, selama ini karyawan yang bekerja bertahun-tahun
              tidak diikat dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

              Bahkan, menurut dia, ada karyawan yang bekerja lebih dari 3 tahun statusnya belum menjadi
              pegawai tetap.

              "Ketika ada yang bekerja dua sampai tiga tahun dicarikan masalah supaya keluar. Misalnya, ada
              yang sakit tapi keterangan sakitnya tidak dianggap, akhirnya dikeluarkan surat peringatan," kata
              Kasman dikonfirmasi lewat telepon, Senin (14/12/2020).

              Menurut Kasman, ada sekitar 3.000 buruh di pabrik VDNI yang nasibnya tak jelas.

              Sebelumnya, aspirasi buuruh itu perndah disampaikan ke perusahaan pada 27 November 2020.
              Namun, hingga saat ini tak ada respon.

              "Rencananya, kami akan terus berdemo selama tiga hari ke depan. Jika tuntutan kami belum
              dipenuhi kami akan melakukan mogok kerja sampai tuntutan dipenuhi," tegasnya.

              Akibatnya, pos keamanan perusahaan hancur dilempar para buruh. Tak hanya itu, sejumlah
              dump truk, excavator dan puluhan motor serta bangunan juga ikut terbakar.
              "Ada demo anarkis yang mengakibatkan terjadinya kebakaran untuk unit mobil dan pos jaga.
              Tapi untuk smelter saya belum dapat infonya," ungkap Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol
              Ferry Walintuka.

              Aparat gabungan TNI-Polri segera dikerahkan untuk mengendalikan situasi di lokasi demo.

              Setidaknya,  3  satuan  setingkat  kompi  (SSK)  dari  Brimobda  Sultra,  Dalmas  Polda  dan  Polres
              Konawe juga ada bantuan 1 SKK dari TNI AD Yonif 725/Woroagi, telah berjaga di lokasi.

              "Dari semalam sudah kondusif tuh. Sekarang Pak Kapolda dan Pak Danrem ada di sana dengan
              Pak Bupati untuk memfasilitasi antara karyawan dengan manajemen VDNI, karena kemarin ribut
              tuh," ungkap Ferry dihubungi via telepon, Selasa (15/12/2020).

                                                           199
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205