Page 213 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 DESEMBER 2020
P. 213
Di Kawasan Industri Morosi, lanjut Ferry, telah ditempatkan personel sebanyak 3 satuan
setingkat kompi (SSK) dari Brimobda Sultra, Dalmas Polda, dan Polres Konawe, juga ada bantuan
1 SKK dari TNI AD Yonif 725/Woroagi.
"Dari semalam sudah kondusif tuh. Sekarang Pak Kapolda dan Pak Danrem ada di sana dengan
Pak Bupati untuk memfasilitasi antara karyawan dengan manajemen VDNI, karena kemarin ribut
tuh," ungkap Ferry dihubungi via telepon, Selasa (15/12/2020).
Untuk kerusakan akibat aksi demo anarkistis para buruh di perusahaan nikel asal China itu, Ferry
mengaku, pihaknya masih melakukan pendataan dan penghitungan.
"Kerugian ada, tapi jumlahnya saya masih menunggu dari Reskrimsus yang masih melakukan
pendataan, yang jelas sekarang selain memfasilitasi kita juga mencari pelaku-pelaku perusakan
itu," ujarnya.
Sementara untuk kondisi keamanan tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di VDNI dan OSS,
Ferry menambahkan, tak ada korban jiwa atau cedera dari para TKA tersebut.
"Belum ada informasi soal adanya korban jiwa. Kami juga belum mendapatkan laporan perihal
terjadinya gangguan terhadap TKA di sana," lanjut Ferry.
Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa buruh perusahaan nikel milik PTVirtue Dragon Nickel
Industry (VDNI) di Kecamatan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), berujung anarkistis,
Senin (14/12/2020). Massa berhasil masuk dalam perusahaan setelah terlibat bentrok dengan
petugas keamanan perusahaan. Akibatnya, pos keamanan perusahaan hancur dilempari para
buruh. Tak hanya itu, sejumlah dump truck, ekskavator, dan puluhan motor, serta bangunan
juga ikut terbakar.
Aksi para buruh yang tergabung dalam Serikat dan Perlindungan Tenaga Kerja (SPTK) Kabupaten
Konawe dipicu oleh kecewa lantaran tuntutan mereka untuk dinaikkan menjadi karyawan tetap
dan kenaikan gaji tak disahut pihak perusahaan.
212

