Page 90 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 Januari 2021
P. 90
Judul ILO: 255 Juta Pekerjaan Hilang Akibat Pandemi Covid-19
Nama Media beritasatu.com
Newstrend Dampak Virus Corona dalam Ketenagakerjaan
Halaman/URL https://www.beritasatu.com/dunia/724421/ilo-255-juta-pekerjaan-
hilang-akibat-pandemi-covid19
Jurnalis WIR
Tanggal 2021-01-27 09:02:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Guy Ryder (kepala ILO) Ini merupakan krisis paling parah bagi dunia kerja sejak
Depresi Hebat tahun 1930-an
negative - Guy Ryder (kepala ILO) Entah mereka tidak dapat bekerja mungkin karena
pembatasan pandemi atau kewajiban sosial atau mereka menyerah mencari pekerjaan. Jadi
bakat mereka, keterampilan mereka, energi mereka telah hilang, hilang dari keluarga mereka,
hilang dari masyarakat kita, hilang dari kita semua
Ringkasan
Organisasi Perburuhan Internasional PBB (ILO) menemukan bahwa 8,8% jam kerja global hilang
pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, jika dibandingkan dengan kuartal keempat tahun
2019. Jumlah itu setara dengan 255 juta pekerjaan penuh waktu, atau kira-kira empat kali lebih
besar dari jumlah yang hilang selama krisis keuangan global 2009. "Ini merupakan krisis paling
parah bagi dunia kerja sejak Depresi Hebat tahun 1930-an," kata kepala ILO Guy Ryder kepada
wartawan saat paparan virtual, Senin (25/1). Sejak muncul di Tiongkok lebih dari setahun yang
lalu, virus itu telah menewaskan lebih dari 2,1 juta orang, menginfeksi puluhan juta orang, dan
menghancurkan ekonomi global.
ILO: 255 JUTA PEKERJAAN HILANG AKIBAT PANDEMI COVID-19
Organisasi Perburuhan Internasional PBB (ILO) menemukan bahwa 8,8% jam kerja global hilang
pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19, jika dibandingkan dengan kuartal keempat tahun
2019. Jumlah itu setara dengan 255 juta pekerjaan penuh waktu, atau kira-kira empat kali lebih
besar dari jumlah yang hilang selama krisis keuangan global 2009.
"Ini merupakan krisis paling parah bagi dunia kerja sejak Depresi Hebat tahun 1930-an," kata
kepala ILO Guy Ryder kepada wartawan saat paparan virtual, Senin (25/1).
89

