Page 93 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 Januari 2021
P. 93

Suliyati (40), TKW asal Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember, meninggal dunia di Malaysia
              karena pendarahan otak pada 12 Januari 2021.
              Namun, terdapat kesalahan dalam pengiriman Jenazah Suliyati ke Jember.

              Pihak keluarga yang harusnya menerima jenazah Suliyati, malah menerima jenazah orang lain
              yang merupakan warga asal Sragen yang juga merupakan TKW bernama Sujiati.

              TKW  Asal  Indramayu  Meninggal  di  Mesir,  Keluarga  Diminta  Bayar  Rp  170  Juta  untuk
              Memulangkannya  Tangis  Ibunda  TKW  Korban  Pembunuhan  Sadis  di  Malaysia:  Pengen  jadi
              Ustadzah  tapi  jadi  Jenazah  Ya  Nak  Kepala  Dusun  Krajan  II  Desa  Grenden  sekaligus  tim
              pemulangan  jenazah,  M  Arif  Budiman  menjelaskan,  pemerintah  desa  membantu  mengurus
              kepulangan jenazah Suliyati.

              Pihak desa meminta agar foto jenazah Suliyati dikirim via WhatsApp setelah dikafani.
              Namun,  setelah  foto  diterima  dan  dicocokkan,  ternyata  bukan  jenazah  Suliyati  yang  hendak
              dikirim, tetapi jenazah TKW lainnya yang juga meninggal dunia bernama Sulijati.

              "Setelah itu, kami kirim komplain ke sana, ternyata jenazah sudah dibawa dari RS ke pihak cargo
              bandara di Kuala Lumpur," papar Arif saat dihubungi, Senin (25/1/2021).

              Pihak desa berupaya membuat surat untuk menggagalkan pengiriman jenazah tersebut.
              Namun, sudah tidak bisa karena jenazah sudah diterbangkan ke Surabaya dan transit Jakarta.

              Selanjutnya,  Pemdes  berkoordinasi  dengan  Badan  Perlindungan  Pekerja  Migran  Indonesia
              (BP2MI) untuk membuat surat agar jenazah itu tidak dikirim ke Surabaya.

              "Namun, secara aturan dan prosedur maskapai tidak boleh, tetap dikirim ke alamat tujuan," tutur
              dia.
              Akhirnya jenazah tetap dikirim ke Surabaya dan tiba pada Jumat (22/1/2021) pukul 10.00 WIB.

              Petugas  bandara  menghubungi  pihak  pemdes  agar  ke  Surabaya  untuk  mengklarifikasi  dan
              memverifikasi jenazah tersebut.

              "Karena alamat dalam peti jenazah itu warga Desa Grenden," terang dia.

              Tim  dari  Pemdes  Grenden  datang  ke  Surabaya  untuk  memastikan,  ternyata  memang  bukan
              warganya.


              Setelah  berkoordinasi  dengan  BP2MI  serta Konsulat  Jendral  RI  di  Malaysia, diketahui  bahwa
              jenazah tersebut berasal dari Sragen.

              Akhirnya, jenazah itu segera dikirim ke tanah kelahirannya. Sementara, jenazah Suliyati masih
              tetap berada di Malaysia dalam pengurusan dokumen dan penjadwalan penerbangan.

              Inginkan  Jenazah  Dimakamkan  Secara  Layak,  Keluarga  Bongkar  Makam  setelah  Hasil  Swab
              Negatif Keluar Tak dipermasalahkan Arif mengatakan, keluarga Suliyati tidak mempersalahkan
              terkait kesalahan dalam pengurusan jenazah TKW tersebut. Ini karena tidak ada kerugian yang
              diderita.
              "Saya garis bawahi, keluarga tidak mempermasalahkan karena tidak ada kerugian materi. Kami
              ada hikmah menolong sesama warga," ujar Arif.

              (Kompas.com: Kontributor Jember, Bagus Supriadi).


                                                           92
   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98