Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 28 Januari 2021
P. 91
Sejak muncul di Tiongkok lebih dari setahun yang lalu, virus itu telah menewaskan lebih dari 2,1
juta orang, menginfeksi puluhan juta orang, dan menghancurkan ekonomi global.
Badan tenaga kerja PBB menjelaskan bahwa sekitar setengah dari jam kerja yang hilang dihitung
dari pengurangan jam kerja bagi mereka yang masih bekerja.
ILO juga menemukan bahwa pada tahun 2021, Amerika, Eropa, dan Asia Tengah diperkirakan
mengalami kehilangan jam kerja lebih dari dua kali lipat dibandingkan di kawasan lain.
Menurut Ryder, dunia juga mengalami "tingkat kehilangan pekerjaan yang belum pernah terjadi
sebelumnya" tahun 2020.
Pengangguran global resmi melonjak 1,1 persen, atau 33 juta lebih banyak orang, menjadi total
220 juta dan tingkat pengangguran di seluruh dunia sebesar 6,5 persen tahun 2020.
Ryder menekankan bahwa 81 juta orang lainnya tidak terdaftar sebagai pengangguran, tetapi
"keluar begitu saja dari pasar tenaga kerja".
"Entah mereka tidak dapat bekerja mungkin karena pembatasan pandemi atau kewajiban sosial
atau mereka menyerah mencari pekerjaan. Jadi bakat mereka, keterampilan mereka, energi
mereka telah hilang, hilang dari keluarga mereka, hilang dari masyarakat kita, hilang dari kita
semua," katanya.
Menurut ILO, jam kerja yang hilang tahun 2020 menyusut pendapatan tenaga kerja global
sebesar 8,3%. Persentase itu berarti penurunan sekitar US$ 3,7 triliun, atau 4,4 persen dari
keseluruhan produk domestik bruto (PDB) global.
Sumber: Suara Pembaruan.
90

