Page 437 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 437
PRESIDEN KSPI TOLAK THR DI CICIL: WAJIB DIBAYARKAN H-7 SEBELUM HARI
RAYA
- Jakarta- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengapresiasi sikap
pemerintah yang menegaskan bahwa THR 2021 wajib dibayarkan H-7 sebelum hari raya dan
tidak dicicil.
Hal ini tertuang dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/VI/2021 tentang
Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di
Perusahaan.
"Isi surat edaran Menaker juga memuat kemudahan bagi perusahaan yang masih terdampak
Covid-19. Di mana nilai THR dan sistem pembayarannya harus dirundingkan secara bipartit
dengan serikat pekerja dan/atau perwakilan buruh jika di perusahan tidak ada serikat pekerja,"
kata Said Iqbal, Senin (12/4/2021) "Dalam perundingan itu, perusahaan yang terdampak Covid-
19 wajib membuktikan ketidakmampuannya kepada buruh, dengan berdasarkan laporan
keuangan internal perusahaan yang transparam," lanjutnya.
Namun demikian, tegas Said Iqbal, ketidakmampuan perusahaan tidak boleh menjadi alasan
untuk tidak membayar THR. Bagi pengusaha yang tidak mempu, paling lambat H-1 sebelum hari
raya harus sudah menyelesaikan pembayaran THR.
KSPI dan buruh Indonesia meminta Kemnaker untuk bersikap tegas dalam penegakkan aturan
sebagaimana isi surat edaran Menaker. "Jangan ada lagi perusahaan yang membayar THR dicicil
dan tidak lunas hingga akhir Desember tahun berjalan. Karena faktanya, banyak perusahaan
yang belum melunasi THR tahun 2020," tegasnya.
KSPI juga mendesak Menaker untuk meningkatkan peran posko THR-nya dengan pro aktif
melalui Dinas Tenaga Kerja di daerah memeriksa apakah pengusaha sudah membayar THR 2021
atau belum. Shingga surat edaran Menaker tersebut memiliki dampak low inforcement. Tidak
hanya rule of the game saja.
"THR akan meningkatkan daya beli dan akhirnya meningkatkan konsumsi. Bahkan diperkirakan
akan terjadi ekonomi perburuhan dari uang THR yang berputar, yakni 230 T atau 10% dari
APBN. Sungguh besar nilainya," kata Said Iqbal.
Ketika konsumsi meningkat, akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi menuju positif.
436

