Page 442 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 442

MENAKER KELUARKAN SE THR 2021, INI ATURANNYA

              JAKARTA, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengeluarkan Surat Edaran (SE)
              Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pemberian tunjangan hari raya (THR) tahun 2021.SE THR
              tersebut ditujukan kepada para Gubernur di seluruh Indonesia.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada  pekerja/buruh,"  kata  Ida  Fauziyah  dalam  konferensi  pers  tentang  THR  Tahun  2021
              secara virtual di Jakarta, Senin (12/4/2021).

              Dijelaskan Menaker, pemberian THR keagamaan merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
              pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan. Secara khusus, dalam
              masa  pemulihan  ekonomi  ini, THR  diharapkan dapat  menstimulus  konsumsi  masyarkat  yang
              mendorong pertumbuhan ekonomi.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan kepada pekerja/buruh yang bersangkutan," tegas politisi dari Partai Kebangkitan
              Bangsa (PKB) itu.

              Dalam surat edaran tersebut, Menaker menyatakan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan
              Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Adapun dalam pelaksanannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR juga diberikan
              kepada  pekerja/buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha  berdasarkan
              perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, diberikan THR dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah. Sementara bagi
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan,
              diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian
              dikali 1 bulan upah.

              Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai
              masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima
              selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. Sedangkan bagi pekerja/buruh yang
              telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata
              upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              Dalam SE itu juga dijelaskan bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-19 dan
              berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan
              dalam peraturan perundang-undangan, Menaker meminta gubernur dan bupati/wali kota agar
              memberikan  solusi  dengan  mewajibkan  pengusaha  melakukan  dialog  dengan  pekerja/buruh
              untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR dengan syarat
              paling lambat dibayar sampai sebelum Hari Raya Keagamaan tahun 2021 pekerja/buruh yang
              bersangkutan," kata Menaker Ida.

              Menaker Ida mengatakan, kesepakatan mengenai waktu pembayaran THR keagamaan tersebut
              harus  dipastikan  tidak  sampai  menghilangkan  kewajiban  pengusaha  untuk  membayar  THR
              kepada pekerja/buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.




                                                           441
   437   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447