Page 445 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 445

Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya
              Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.


              PENGUSAHA BISA BERNAFAS LEGA, BOLEH TELAT BAYAR THR, INI SYARATNYA
              DARI IBU MENTERI

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  menerbitkan  Surat  Edaran  (SE)  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
              2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Ida menjelaskan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36
              Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016
              tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
              Karena itu, ia meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR Lebaran 2021 dilakukan paling
              lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," ujarnya, dikutip dari keterangan resmi, Senin
              (12/4/2021).

              Meski begitu, pemerintah juga masih membuka peluang bagi pengusaha yang merasa keberatan
              bayar THR tepat waktu. Artinya, dalam keadaan tertentu perusahaan boleh telat bayar THR
              untuk para pekerja.

              Dalam SE tersebut dijelaskan ketentuan bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-
              19  dan  berakibat  tidak  mampu  memberikan  THR  Idul  Fitri  tahun  2021  sesuai  waktu  yang
              ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

              Jika terjadi kondisi demikian, Ida dikutip Kompas.com, meminta gubernur dan bupati/wali kota
              agar memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja/buruh
              untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan iktikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  Hari  Raya  Keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan," tegas Ida.

              Kesepakatan  mengenai  waktu  pembayaran  THR  keagamaan  tersebut  harus  dipastikan  tidak
              sampai  menghilangkan  kewajiban  pengusaha  untuk  membayar  THR  keagamaan  tahun  2021
              kepada pekerja/buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

              "Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil
              kesepakatan  kepada  dinas  yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
              ketenagakerjaan setempat," kata Ida.
              Lebih lanjut, Ida juga meminta kepada perusahaan agar dapat membuktikan ketidakmampuan
              untuk membayar THR Lebaran tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan berdasarkan laporan
              keuangan internal perusahaan secara transparan.

              Sementara itu, ia juga meminta gubernur beserta bupati/wali kota untuk menegakkan hukum
              sesuai  kewenangannya  terhadap  pelanggaran  pemberian  THR  tahun  2021  dengan
              memperhatikan rekomendasi dari hasil pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan.

              Ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran
              THR tahun 2021 dan pelaksanaan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan daerah.
                                                           444
   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450