Page 450 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 450

Aturan  tersebut  sebagaimana  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Menaker  RI  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021, yakni tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan
              tahun 2021.

              Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang dikeluarkan per 12 April 2021 dan ditujukan kepada para
              kepala daerah.

              Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker ) Ida Fauziyah menegaskan bahwa pengusaha yang tidak
              dapat membayar tunjangan hari raya (THR) 2021 baik secara penuh, atau tepat waktu karena
              kondisi  pandemi  Covid-19,  maka  harus  mencapai  kesepakatan  dengan  pekerja  terkait
              pembayarannya.

              "Kami mohon kerja sama para kepala daerah untuk memastikan perusahaan membayar THR
              keagamaan kepada pekerja atau buruh sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata
              Ida Fauziyah.

              Ia juga menyampaikan bahwa diwajibkan bagi pengusaha yang tidak mampu membayar THR
              agar melakukan dialog, dengan pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan.

              Hal itu disampaikan Menaker Ida dalam konferensi pers virtual Kementerian Ketenagakerjaan di
              Jakarta pada Senin, 12 April 2021.

              Selanjutnya Menaker Ida Fauziyah menegaskan bahwa, kesepakatan yang dicapai dengan dialog
              birpartit itu harus dilaksanakan secara kekeluargaan.
              Yakni disertai itikad baik dengan hasil dialog harus dibuat secara tertulis dan memuat waktu
              pembayaran. Sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Antara.

              Tak hanya itu, melalui edaran tersebut juga mewajibkan agar pembayaran THR paling lambat
              dilakukan sampai satu hari sebelum hari raya keagamaan pekerja dan buruh bersangkutan.

              Ida  Fauziah  juga  mengatakan  bahwa  kesepakatan  itu  sendiri,  harus  dilakukan  berdasarkan
              laporan keuangan internal perusahaan yang transparan.

              "Kesepakatan ini tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan
              tahun 2021 kepada pekerja atau buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-
              undangan  dan  selanjutnya  hasil  kesepakatan  dilaporkan  kepada  Dinas  Ketenagakerjaan
              setempat," kata Ida Fauziyah.

              Kendati demikian, dirinya juga memastikan bahwa Kemnaker sudah membentuk satuan tugas
              pelayanan konsultasi dan penegakan hukum terkait pelaksanaan THR 2021.

              Selain itu, Ida Fauziyah juga meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR Keagamaan
              dilakukan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," ujar Ida Fauziyah.

              Dana THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja
              dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu
              tertentu.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.***.




                                                           449
   445   446   447   448   449   450   451   452   453   454   455