Page 460 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 460

tepat waktu yakni tujuh hari sebelum hari raya keagamaan atau H-7. Aturan ini berlaku untuk
              semua sektor, tanpa terkecuali.
              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan THR keagamaan merupakan pendapatan
              non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh. Pembayaran THR
              keagamaan  ini  sesuai  dengan  PP  nomor  36  tahun  2021  tentang  pengupahan  dan  Peraturan
              Menteri Ketenagakerjaan nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi
              Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

              "Ketentuan THR tahun 2021 sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri nomor 6 tahun 2016
              bahwa pembayaran THR harus diberikan H-7 sebelum hari raya itu sendiri tiba," ujar Ida, dalam
              konferensi pers virtual, Senin, 12 April.

              Ida  mengatakan  bahwa  pembahasan  pembayaran  THR  keagamaan  tahun  ini  merupakan
              masukan dari lembaga kerja sama tripartit nasional dan tim kerja dewan pengupahan nasional
              (Depenas), serta komunikasi yang intens dengan pengusaha maupun serikat pekerja atau buruh.
              Pemerintah,  kata  Ida,  sudah  memberikan  dukungan  kepada  pengusaha  untuk  mengatasi
              dampak pandemi COVID-19. Hal ini agar ekonomi masyarakat bergerak seiring dengan kebijakan
              pemerintah untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

              "Untuk  itu  diperlukan  komitmen  pengusaha  untuk  membayar  THR  secara  penuh  dan  tepat
              waktu," jelasnya.

              Perusahaan terdampak COVID-19 wajib bayar THR H-1 Ida juga meminta agar Kepala Daerah
              memastikan  perusahaan  membayar  THR  keagamaan  kepada  pekerja  atau  buruh  sesuai
              ketentuan  peraturan  perundang-undangan.  Kata  Ida,  bagi  pengusaha  yang  tidak  mampu
              membayar THR agar melakukan dialog dengan pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan
              yang dilaksanakan secara kekeluargaan disertai itikad baik.

              Menurut Ida, kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan
              dengan syarat paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021 pekerja atau
              buruh yang berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan yang transparan.

              "Laporan keuangan 2 tahun terakhir. Kalau ada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan
              membayar  sesuai  dengan  ketentuan  tersebut,  maka  dia  harus  melaporkan  pembicaraan
              bipartitnya  kepada  dinas  ketenagakerjaan  sebelum  H-7,  karena  kelonggaran  yang  diberikan
              hanya sampai H-1 Hari Raya Idulfitri," katanya.



























                                                           459
   455   456   457   458   459   460   461   462   463   464   465