Page 493 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 493

Menaker Ida Fauziyah menyatakan, pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban harus
              dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh, untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh
              dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

              "Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi
              masyarakat  yang  mendorong  pertumbuhan  ekonomi,"  kata  Ida pada  virtual  konferensi  pers,
              Senin (12/4/2021), di Jakarta.

              Dalam  surat  edaran  tersebut,  Ida  mengatakan,  bahwa  SE  pelaksanaan  THR  berdasarkan
              Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Atas itu, Ida meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR Keagamaan dilakukan paling
              lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," jelas Ida.

              Adapun dalam pelaksanannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.

              THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan
              pengusaha  berdasarkan  perjanjian  kerja  waktu  tidak  tertentu  atau  perjanjian  kerja  waktu
              tertentu.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.

              "Sementara bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus,
              tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa
              kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah," pungkasnya.





































                                                           492
   488   489   490   491   492   493   494   495   496   497   498