Page 529 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 529

Ringkasan

              Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, mendukung
              skema pembayaran Tunjangan Hari Raya ( THR ) Keagamaan 2021 yang dilakukan secara penuh
              dan  tepat  waktu.  Pemberian  THR  Keagamaan  merupakan  pendapatan  non-upah  yang  wajib
              dibayarkan pengusaha kepada pekerja/buruh paling lama H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442
              Hijriah tiba.



              PENGUSAHA YANG TAK MAMPU BAYAR THR MINTA DIBERI RUANG NEGOSIASI

              Jakarta - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani,
              mendukung skema pembayaran Tunjangan Hari Raya ( THR ) Keagamaan 2021 yang dilakukan
              secara penuh dan tepat waktu.
              Pemberian  THR  Keagamaan  merupakan  pendapatan  non-upah  yang  wajib  dibayarkan
              pengusaha kepada pekerja/buruh paling lama H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tiba.

              Menurut Shinta, itu merupakan keputusan tepat yang bisa disepakati oleh tiga pihak, baik dari
              sisi pengusaha, pekerja/buruh maupun pemerintah.

              "Sesuai kesepakatan tripartit sudah tepat. Perusahaan diharapkan untuk memenuhi kewajiban
              dalam membayar THR tepat waktu secara penuh sesuai peraturan yang berlaku," kata Shinta
              kepada Liputan6.com, Senin (12/4/2021).

              Kendati  begitu,  ia  meminta  agar  pihak  pengusaha  diberi  kelonggaran  agar  bisa  membuat
              perundingan dengan pekerjanya jika belum bisa melunasi THR secara penuh. Sebab tidak semua
              perusahaan kini telah pulih dari pandemi Covid-19 berkepanjangan.

              "Namun kalau ada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajibannya
              dapat melakukan kesepakatan secara bipartit dengan pekerjanya masing masing," imbuh Shinta.
              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  menerbitkan  Surat  Edaran  (SE)  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
              2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE Pelaksanaan THR ini ditujukan kepada para Gubernur
              di seluruh Indonesia.
              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja/buruh. Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk
              memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.
              Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi
              masyarkat yang mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Menaker Ida di Jakarta, pada Virtual
              Konferensi Pers tentang THR Tahun 2021 di Jakarta, Senin (12/4/2021).

              Dalam surat edaran tersebut, Menaker Ida menyatakan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan
              Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan. Menaker Ida meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR
              Keagamaan dilakukan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," jelas Menaker Ida.

              Adapun dalam pelaksanannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR Keagamaan


                                                           528
   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533   534