Page 561 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 561

IDA FAUZIYAH BERI KABAR KURANG BAIK: MASIH ADA 103 PERUSAHAAN YANG
              BELUM BAYAR THR 2020
              JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan berdasarkan rekapitulasi akhir
              per  4  Juni  2020,  pihaknya  menerima  410  laporan  pengaduan  terkait  dengan  pembayaran
              tunjangan  hari  raya  (THR)  Idulfitri  tahun  lalu.  Dari  jumlah  tersebut,  307  perusahaan  sudah
              selesai melalui pemeriksaan dan melakukan pembayaran THR.

              "Terdapat  103  perusahaan  lainnya  sedang  dalam  proses  pemeriksaan,  pengawasan,  dan
              pemanggilan dinas untuk pelaksanaan nota pemeriksaan satu dan dua. Beberapa di antaranya
              terkait permasalahan perselisihan hubungan industrial yang lagi berproses," kata Ida Fauziyah
              dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 12 April.

              Seperti  diketahui,  pemerintah  mengizinkan  perusahaan  swasta  melakukan  tunda  atau  cicil
              pembayaran THR Keagamaan pada 2020. Namun, pembayaran THR yang dicicil atau ditunda ini
              tetap harus diselesaikan pada 2020.
              Izin ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HI.00.01/V/2020
              tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan
              dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

              "Pertimbangannya  pada  waktu  itu  adalah pertimbangan  kelangsungan usaha  dan  kebutuhan
              pekerja atau buruh atas pemenuhan kebutuhan THR," tuturnya.

              Sementara, pada tahun ini, pemerintah mewajibkan pengusaha membayar penuh THR pada H-
              7  Hari  Raya  Idul  Fitri.  Hal  itu  tercantum  dalam  SE  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja
              atau Buruh di Perusahaan.

              "THR  keagamaan  merupakan  pendapatan  non  upah  yang  wajib  dibayarkan  oleh  pengusaha
              kepada pekerja atau buruh paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan tersebut tiba.
              Kami mohon kerja sama kepada kepala daerah untuk memastikan perusahaan membayar THR
              keagamaan  kepada  pekerja  atau  buruh  sesuai  ketentuan  peraturan  perundang-undangan,"
              ucapnya.

              Ida  mengatakan  bagi  pengusaha  yang  tidak  mampu  membayar  THR  agar  melakukan  dialog
              dengan pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan
              disertai itikad baik.

              Menurut Ida, kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan
              dengan syarat paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021 pekerja atau
              buruh yang berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan yang transparan.

              "Laporan keuangan 2 tahun terakhir. Kalau ada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan
              membayar sesuai dengan ketentuan tersebut, maka dia harus melaporkan pembicaraan bipartit
              nya  kepada  dinas  ketenagakerjaan  sebelum  H-7,  karena  kelonggaran  yang  diberikan  hanya
              sampai H-1 Hari Raya Idul Fitri," katanya.













                                                           560
   556   557   558   559   560   561   562   563   564   565   566