Page 666 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 666

PERUSAHAAN TELAT BAYAR THR BURUH BISA KENA SANKSI HINGGA PEMBEKUAN
              USAHA
              - Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah memberikan ultimatum bagi perusahaan yang telat
              membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan hingga H-7 Idul Fitri 2021. Yakni berupa
              pemberian denda hingga sanksi administrasi bagi perusahaan bandel tersebut.

              Terkait denda, perusahaan diwajibkan membayar 5 persen dari nilai THR yang harus dibayarkan
              kepada pekerja atau buruh. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan
              Menteri  Ketenagakerjaan  (Permenaker)  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya
              Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan "Denda 5 persen dari total THR harus di bayarkan
              saat berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk membayar," ucapnya dalam acara
              konferensi pers tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021, Senin (12/4).

              Menaker  Ida  menambahkan,  pembayaran  denda  5  persen  tersebut  juga  tak  serta  merta
              menghapus kewajiban perusahaan untuk membayarkan THR Keagamaan kepada pekerja atau
              buruh. Sehingga perusahaan tetap harus memenuhi kewajibannya untuk memberikan THR.

              Sedangkan  terkait  dengan  sanksi  administratif  bagi  perusahaan  yang  tidak  membayar  THR
              keagamaan sesuai dengan batas waktu yang di tentukan akan merujuk peraturan pemerintah
              Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan pasal 9 ayat 1 dan 2. Menaker Ida bilang, pemberian
              sanksi sendiri akan dilakukan secara bertahap.

              "Sanksi administratif tersebut yang pertama berupa poin a: teguran tertulis, poin b: pembatasan
              kegiatan usaha, poin c: penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, dan poin
              d: pembekuan kegiatan usaha," bebernya.

              Pemberian  sanksi  administrasi  tersebut  juga  tak  serta  merta  menggugurkan  kewajiban
              perusahaan  untuk  membayarkan  THR  Keagamaan  kepada  pekerja  atau  buruh  sebagaimana
              diatur dalam peraturan perundang-undangan. "Saya kira itu ya sama," tutupnya.
              Pembayaran  THR  Penuh  Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  RI,  Ida  Fauziyah  meminta
              kepada para pengusaha untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun
              2021  secara  tepat  waktu.  Menyusul  pentingnya  manfaat  THR  keagamaan  bagi  pemenuhan
              kebutuhan pekerja atau buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.
              "Pemberian THR itu diberikan H- 7 sebelum pelaksanaan (Idul Fitri 1442 Hijriah)," ujarnya dalam
              acara konferensi pers tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021, Senin (12/4).

              Menaker Ida mengungkapkan, pemberian THR keagamaan merupakan pendapatan non upah
              yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lama H-7 sebelum hari
              raya Idul Fitri 1442 Hijriah tiba. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36
              Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016.

              Oleh karena itu, dia berharap seluruh pelaku usaha di Indonesia agar kooperatif untuk memenuhi
              kewajibannya  terhadap  buruh.  Di  antaranya  dengan  memberikan  THR  Keagamaan  tahun  ini
              secara tepat waktu.

              "Kami  mohon  kerja  sama  kepala  daerah  untuk  memastikan  perusahaan  membayar  THR
              Keagamaan kepada buruh sesuai peraturan," tambahnya.

              [idr] Pembayaran THR Penuh.
              Halaman 1 2.




                                                           665
   661   662   663   664   665   666   667   668   669   670   671