Page 662 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 662

diberi  kesempatan  negosiasi  dengan  karyawan  agar  dicicil  setengahnya,  tapi  tentu  dengan
              kepastian pembayaran.


              APINDO BANTEN SIAP BAYAR FULL THR

              "Mau tidak mau harus (dibayar THR) karena itu keputusan menteri. Tapi kita minta pertimbangan
              bagi yang terdampak (COVID-19)," kata Ketua Apindo Banten Edy Mursalim melalui sambungan
              telepon kepada detikcom di Serang, Senin (12/4/2021).
              Kondisi pengusaha di Banten, Edy mengatakan memang ada yang terdampak COVID-19 dan
              yang tidak. Mereka yang terdampak diberi kesempatan negosiasi dengan karyawan agar dicicil
              setengahnya, tapi tentu dengan kepastian pembayaran.

              "Bisa dicarikan jalan keluar, pertama mungkin setengah dulu, pasti ada kepastian," ucap Edy.

              Namun, Apindo meminta pemerintah tegas pada perusahaan yang nakal di Banten. Menurutnya,
              dari  ribuan  perusahaan,  yang  masuk  ke  Apindo  hanya  10  persennya  saja.  Sisanya  ada
              perusahaan  nakal,  bahkan  dengan  upah  minimum  di  bawah  ketentuan  ke  karyawan  atau
              buruhnya.

              "Mereka yang memanfaatkan situasi dan sebagainya itu tugas pemerintah. Bohong Disnaker
              nggak tahu. Apa langkah konkrit untuk kepentingan anak bangsa," ucap Edy.

              Persoalan ini yang kata Edy perlu jadi perhatian pemerintah pusat, termasuk Disnaker Banten.
              Selama ini, tidak ada dukungan pemerintah bagi perusahaan nakal itu agar ditindak tegas. Ia
              bahkan  menilai  bisa  saja  ada  oknum  yang  mengambil  keuntungan  dengan  banyaknya
              perusahaan nakal itu.

              "Persoalannya yang pasti pengusaha nakal, upah minimum tidak dibayarkan, mungkin oknum
              pemerintahnya juga, daripada ditangkap kan ada ATM. Kemungkinan ketiga memang aparatur
              negaranya nggak cukup untuk memantau perusahaan. Tiga-tiganya harus bergerak, pemerintah
              menambah tenaga kerja yang memeriksa lapangan, tapi pemantau itu ketika memantau harus
              ada tindakan hukum, khawatirnya nggak nyampe," tutur Edy menekankan.

              Sebelumnya, Menaker Ida Fauziah sudah menekankan pengusaha membayar THR paling lambat
              tujuh hari sebelum Lebaran. Namun perusahaan yang tidak mampu membayar sesuai ketentuan
              diberikan kelonggaran untuk membayar sebelum Lebaran.

              "Mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sebelum
              Hari Raya keagamaan tahun 2021," kata Ida dalam konferensi pers virtual.

              Bila pihak yang tidak mampu membayar ketentuan, selambat-lambatnya pengusaha membayar
              pada  H-1  Lebaran  dengan  syarat  melakukan  dialog  bersama  karyawan.  "Mewajibkan  bagi
              pengusaha yang tidak mampu membayar THR agar melakukan dialog dengan pekerja atau buruk
              untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan disertai itikad baik," uja
              Ida.

              (bri/bbn).









                                                           661
   657   658   659   660   661   662   663   664   665   666   667