Page 719 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 719

Surat  Edaran  tersebut  mewajibkan  perusahaan  membayarkan  THR  2021  sesuai  dengan
              perundangan-undangan, meski diberi dispensasi pembayaran paling lambat sehari sebelum hari
              raya.

              "Saya perlu sampaikan beberapa hal THR keagamaan adalah merupakan pendapatan non-upah
              yang  wajib  dibayarkan  oleh  pengusaha  kepada  pekerja  atau  buruh  paling  lama  tujuh  hari
              sebelum hari raya keagamaan tersebut tiba," ujar Ida Fauziyah, pada Senin, 12 April 2021.

              Menaker  memastikan  hal  terkait  pembayaran  THR  itu  sudah  tertuang  dalam  Surat  Edaran
              Menaker RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya
              Keagamaan tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan Oleh karena itu, Menaker meminta
              kepada para kepala daerah untuk memastikan perusahaan membayar THR 2021 kepada pekerja
              sesuai peraturan perundang-undangan.

              Menaker  mewajibkan  dialog  untuk  mencari  kesepakatan  terkiat  THR,  bagi  perusahaan  yang
              masih  terdampak  pandemi  Covid-19  dan  tidak  mampu  memberikan  THR  sesuai  waktu  yang
              ditentukan.

              Ida Fauziyah juga mewajibkan bagi para pengusaha yang tidak mampu membayar THR agar
              melakukan dialog dengan pekerja atau buruh, untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan
              secara kekeluargaan disertai itikad baik dengan kesepakatan itu harus dibuat secara tertulis.
              "Mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sebelum
              hari  raya  keagamaan  tahun  2021  pekerja  atau  buruh  yang  berdasarkan  laporkan  keuangan
              internal perusahaan yang transparan," tuturnya, seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

              Ia  juga  mengatakan  bahwa  hasil  kesepakatan  tersebut,  harus  dilaporkan  kepada  Dinas
              Ketenagakerjaan di daerah masing-masing.

              Menaker Ida Fauziyah lantas memastikan bahwa kesepakatan antara perusahaan dan buruh itu
              tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayarkan THR 2021.

              Selain itu, para kepala daerah diminta untuk menegakkan hukum sesuai kewenangan dengan
              memperhatikan rekomendasi hasil pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan, hal tersebut untuk
              memberikan kepastian hukum dan mengantisipasi timbulnya keluhan.

              Tak hanya itu, para kepala daerah juga diminta untuk membentuk pos komando pelaksanaan
              THR 2021 dan melaporkan data pelaksanaan THR 2021 serta tindak lanjutnya kepada Kemnaker.
              Di sisi lain, Kemnaker juga telah membentuk satuan tugas pelayanan konsultasi dan penegakan
              hukum pelaksanaan THR 2021.***.























                                                           718
   714   715   716   717   718   719   720   721   722   723   724