Page 776 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 776

Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengumumkan, pembayaran THR tahun 2021
              harus  diberikan  paling  lambat  7  hari  sebelum  hari  raya  keagamaan.  Ida  mengatakan,
              pembayaran  THR  keagamaan  sesuai  PP  nomor  36  tahun  2021  tentang  pengupahan  dan
              Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  nomor  6  tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya
              Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.



              MENAKER: THR WAJIB DIBAYARKAN PALING LAMBAT 7 HARI SEBELUM HARI RAYA
              IDUL FITRI

              .  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengumumkan,  pembayaran  THR  tahun
              2021 harus diberikan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.
              Ida  mengatakan,  pembayaran  THR  keagamaan  sesuai  PP  nomor  36  tahun  2021  tentang
              pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              "Ketentuan THR tahun 2021 sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri nomor 6 tahun 2016
              bahwa pembayaran THR harus diberikan H-7 sebelum hari raya itu sendiri tiba," kata dia saat
              konferensi pers virtual, Senin (12/4).

              Ida menerangkan, pembahasan pembayaran THR keagamaan tahun ini merupakan masukan
              dari  lembaga  kerja  sama  tripartit  nasional  dan tim  kerja  dewan  pengupahan  nasional.  Serta
              komunikasi yang intens dengan pengusaha dan serikat pekerja/buruh.

              Dia  menambahkan,  pemerintah  sudah  memberikan  dukungan  kepada  pengusaha  untuk
              mengatasi dampak pandemi Covid-19. Hal ini agar ekonomi masyarakat bergerak seiring dengan
              kebijakan pemerintah untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

              "Untuk  itu  diperlukan  komitmen  pengusaha  untuk  membayar  THR  secara  penuh  dan  tepat
              waktu," ujar Ida.

              Pada  tahun  2020,  pemerintah  telah  memberikan  kelonggaran  bagi  perusahaan  yang  tidak
              mampu membayar THR keagamaan pada waktu yang ditentukan sesuai ketentuan perundang -
              undangan. Yakni agar melakukan dialog antara pengusaha dan pekerja dengan menyepakati
              pembayaran THR yang pada waktu itu dilakukan secara bertahap. Hal ini tertuang dalam SE
              Menaker nomor 6 tahun 2020.

              "Alhamdulillah pemerintah melakukan banyak hal, roda perekonomian sudah mulai bergerak.
              Kegiatan ekonomi masyarakat suah mulai membaik kembali meski secara terbatas menuju ke
              arah pemulihan ekonomi dan kembali ke zona positif pertumbuhan ekonomi nasional kita," tegas
              dia.

              Ida  mendorong  Kepala  Daerah  untuk  memastikan  perusahaan  membayar  THR  keagamaan
              kepada  pekerja/buruh  sesuai  ketentuan  peraturan  perundang-undangan.  Mewajibkan  bagi
              pengusaha yang tidak mampu membayar THR agar melakukan dialog dengan pekerja atau buruh
              untuk  mencapai  kesepakatan  yang  dilaksanakan  secara  kekeluargaan  disertai  itikad  baik
              Kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat
              paling  lambat  dibayar  sebelum  hari  raya  keagamaan  tahun  2021  pekerja/buruh  yang
              berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan yang transparan.

              "Laporan keuangan 2 tahun terakhir. Kalau ada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan
              membayar sesuai dengan ketentuan tersebut, maka dia harus melaporkan pembicaraan bipartit

                                                           775
   771   772   773   774   775   776   777   778   779   780   781