Page 783 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 783

MENAKER MINTA PERUSAHAAN BAYAR THR 7 HARI SEBELUM HARI RAYA
              KEAGAMAAN
              JAKARTA, Bisnistoday- Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah meminta perusahaan agar waktu
              pembayaran  tunjuangan  hari  raya  (THR)  dilakukan  paling  lambat  7  hari  sebelum  hari  raya
              keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan  pekerja/buruh  yang  bersangkutan,"  ujar  dia  melalui  surat  edaran  tentang
              Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan
              yang diteken, Senin (12/4).

              Dalam surat edaran (SE) yang ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia tersebut,
              Menaker  menyatakan  bahwa  SE  pelaksanaan  THR  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  (PP)
              Nomer 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6
              Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
              Adapun dalam pelaksanaannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. THR Keagamaan
              juga  diberikan  kepada  pekerja/buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha
              berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.
              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.

              Sementara bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus,
              tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa
              kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              Adapun  bagi  pekerja/buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              Sedangkan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1
              bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              Selanjutnya, dalam SE juga dijelaskan bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-
              19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang
              ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, Menaker meminta gubernur dan bupati/wali
              kota  agar  memberikan  solusi  dengan  mewajibkan  pengusaha  melakukan  dialog  dengan
              pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan
              iktikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  Hari  Raya  Keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan," ujarnya.

              Kesepakatan  mengenai  waktu  pembayaran  THR  keagamaan  tersebut  harus  dipastikan  tidak
              sampai  menghilangkan  kewajiban  pengusaha  untuk  membayar  THR  keagamaan  tahun  2021
              kepada pekerja/buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

              "Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil
              kesepakatan  kepada  dinas  yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
              ketenagakerjaan setempat," ujar Menaker.




                                                           782
   778   779   780   781   782   783   784   785   786   787   788