Page 879 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 879

sebelum hari raya keagamaan tersebut tiba," kata Menaker Ida dalam konferensi pers virtual
              Kementerian Ketenagakerjaan yang dipantau dari Jakarta pada Senin (12/4/2021).
              Menaker  memastikan  hal  itu  sudah  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Menaker  RI  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  tahun
              2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Oleh karena itu, Menaker meminta kepada para kepala daerah untuk memastikan perusahaan
              membayar THR 2021 kepada pekerja sesuai peraturan perundang-undangan. Untuk perusahaan
              yang masih terdampak pandemi COVID-19 dan tidak mampu memberikan THR sesuai waktu
              yang ditentukan, Menaker mewajibkan dialog untuk mencari kesepakatan untuk hal tersebut.

              Dia juga mewajibkan bagi pengusaha yang tidak mampu membayar THR agar melakukan dialog
              dengan pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan
              disertai itikad baik dengan kesepakatan itu harus dibuat secara tertulis.

              "Mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sebelum
              hari  raya  keagamaan  tahun  2021  pekerja  atau  buruh  yang  berdasarkan  laporkan  keuangan
              internal perusahaan yang transparan," kata Menaker Ida.

              Hasil kesepakatan itu sendiri harus dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan di daerah masing-
              masing.  Ida  memastikan  bahwa  kesepakatan  antara  perusahaan  dan  buruh  itu  tidak
              menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayarkan THR 2021.

              Selain itu untuk memberikan kepastian hukum dan mengantisipasi timbulnya keluhan maka para
              kepala daerah diminta untuk menegakkan hukum sesuai kewenangan dengan memperhatikan
              rekomendasi hasil pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan.

              Para kepala daerah juga diminta untuk membentuk pos komando pelaksanaan THR 2021 dan
              melaporkan data pelaksanaan THR 2021 serta tindak lanjutnya kepada Kemnaker. Kemnaker
              juga telah membentuk satuan tugas pelayanan konsultasi dan penegakan hukum pelaksanaan
              THR 2021.




































                                                           878
   874   875   876   877   878   879   880   881   882   883   884