Page 105 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 105

Oleh  karena  itu,  upaya  solutif  dan  paling  rasional  yang  harus  dilakukan  pemerintah  dalam
              mensiasati dampak lebih parah dari lemahnya pertumbuhan ekonomi, yaitu mengoptimalkan
              bantuan-bantuan  pemerintah  seperti  jaring  pengaman  sosial  atau  bansos,  terutama  bagi
              keluarga dengan kondisi kemampuan ekonomi yang sangat terbatas.

              Disamping itu, pemerintah pun harus memberikan bantuan untuk para pelaku usaha UMKM,
              terutama pelaku usaha mikro yang selama penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali saat ini tidak
              dapat beraktivitas karena pembatasan.

              "Selain bantuan sosial, yang juga harus di lakukan pemerintah adalah melakukan digitalisasi.
              Pola digitalisasi ini memang tidak cepat atau mudah untuk dilakukan, namun mau tidak mau hal
              itu harus didorong sesegera mungkin, karena banyak hal yang mungkin bisa dilakukan melalui
              pengaplikasian digitalisasi ini. Sehingga meskipun dari sisi mobilitas konsumen itu berkurang,
              tapi  dengan  pola  digitalisasi  maka  kita  bisa  tetap  mengoptimalkan  adnaya  pertumbuhan
              ekonomi," ujar Acuviarta.

              Kemudian, yang juga harus dilakukan pemerintah, adalah penetapan kebijakan SOP bagi sektor
              usaha tertentu untuk dapat beroperasi pada masa PPKM Darurat, semisal sektor usaha yang
              mampu memastikan dan memberi jaminan bahwa aktivitas kegiatan operasionalnya menerapkan
              protokol kesehatan yang sangat ketat, khusus sektor usaha yang tidak berhubungan langsung
              dengan konsumen, seperti pabrik dan sebagainya.

              Bahkan, saat ini ada wacana dari pemerintah untuk menetapkan kebijakan 15 hari kerja dalam
              sebulan bagi kaum buruh, sebagai solusi antisipasi terjadinya PHK tenaga kerja secara massal
              pun, hal itu kaitannya dengan masalah penyesuaian upah yang akan diterima.

              Sehingga, kalau pun hal tersebut direalisasikan, tentu hanya bersifat sementara atau situasional.
              Meski demikian pemerintah tetap harus memberikan opsi kepastian tekait penentuan besaran
              upah yang cukup representatif yang akan diterima buruh bila hal ini diterapkan.

              "Karena kalau tidak ada kepastian dari pemerintah terkait hal ini, maka kedepan saya rasa tentu
              akan berpotensi mengakibatkan situasi yang sangat parah bagi masyarakat. Tentunya kondisi
              ini harus dicermati dengan sangat hati-hati karena banyak korelasinya. Apalagi jangan sampai
              skema kerja 15 hari itu, menjadi bagian dari skema PHK tenaga kerja yang sesungguhnya,"
              katanya.
























                                                           104
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110