Page 119 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 119
PPKM DARURAT BAKAL DIPERPANJANG, KSPI MINTA PENGUSAHA YANG PHK
BURUH DITINDAK
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI ) Said Iqbal sepakat dengan rencana
perpanjangan PPKM Darurat. Tetapi dia meminta pemerintah juga memastikan agar tidak ada
pelanggaran terhadap hak-hak buruh. Sebab tidak menutup kemungkinan dalam situasi PPKM
Darurat ini perusahaan melakukan PHK terhadap buruh.
"Terus terang, saat ini ancaman adanya ledakan PHK sudah di depan mata. Karena saat ini sudah
banyak perusahaan yang mengajak serikat pekerja berunding untuk membicarakan program
pengurangan karyawan," kata Said Iqbal melalui pesan tertulis, Rabu (14/7/2021).
Selain itu, lanjut Iqbal, sudah ada pekerja yang dirumahkan dan bisa dipastikan upahnya
terancam akan dipotong. Dia meminta agar pengusaha nakal yang melakukan PHK di tengah
pandemi dan memotong upah buruh ditindak tegas.
KSPI meminta pelaksanaan PPKM darurat diikuti dengan perlindunga terhadap hak-hak buruh.
Secara bersamaan, KSPI juga menegaskan dukungannya terhadap vaksinasi yang dibiayai oleh
negara dalam rangka untuk mempercepat berakhirnya pandemi Covid-19. Namun demikian,
KSPI itidak setuju dengan adanya vaksinasi berbayar yang bisa dipastikan akan terjadi
komersialisasi vaksin.
Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah tingkat penularan covid 19 di
klaster perusahaan. Di beberapa perusahaan, KSPI memperkirakan buruh yang terpapar Covid-
19 angkanya mencapai 10%. Bahkan tidak sedikit buruh yang meninggal. "Persoalannya adalah,
para buruh tidak mempunyai uang lebih untuk membeli vitamin dan obat-obatan saat isoman,"
pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan akan memperpanjang PPKM
Darurat hingga 4-6 minggu. Hal itu dilakukan lantaran risiko pandemi Covid-19 masih tinggi
dalam menghadapi mutasi virus.
Selain itu, untuk merespons dampak negatif peningkatan kasus Covid-19 terhadap perekonomian
dan diperlukan akselerasi vaksinasi hingga efektivitas PPKM Darurat.
(muh).
118

