Page 116 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 116

"Vaksinnya  gratis,  kita  hanya  menyiapkan  tenaga  medis.  Kalau  ikut  yang  gotong  royong,
              biayanya cukup mahal dalam situasi seperti ini," katanya.

              Dengan cara itu, Rizal menambahkan, hingga saat ini sudah lebih dari 70 persen karyawan di
              perusahaan  TPT  anggota  asosiasi  yang  sudah  divaksinasi.  Dalam  pelaksanaannya,  program
              vaksinasi Covid-19 yang diadakan API dan HIPPINDO dibantu tenaga kesehatan dari rumah sakit
              dan Puskesmas di kawasan industri.

              Sekretaris  Jenderal  Asosiasi  Industri  Olefin,  Aromatik,  dan  Plastik  Indonesia  (Inaplas)  Fajar
              Budiono mengakui lambatnya pelaksanaan vaksinasi gotong royong. Vaksinasi gotong royong
              bagi anggota Inaplas baru menjangkau sekitar 20 persen dari anggota Inaplas yang mendaftar.

              "Vaksinasi gotong royong untuk anggora Inaplas sudah dilakukan dua tahap. Kenapa kurang
              cepat? Ya karena vaksin program ini kan dijatah, dan begitu datang langsung habis disebar. Jadi
              pelaksanaannya bergantung pada antrian," kata Fajar Budiono kepada Lokadata.id.

              Menurut dia, anggota Inaplas yang sudah mendaftar program vaksinasi gotong royong ini tidak
              menghadapi kendala biaya. "Karena harus sesegera mungkin mendapatkan vaksin, ya vaksin
              mana yang ada duluan, itu yang diambil. Ada juga anggota kami yang menggunakan vaksin
              pemerintah," katanya.

              Fajar menjelaskan program vaksinasi penting bagi karyawan sebab kasus penularan virus korona
              semakin masif. Meskipun protokol kesehatan sudah diterapkan secara ketat, karyawan tetap
              berisiko tertular ketika berada di luar pabrik. "Kalau sampai 30 persen karyawan kena Covid-19,
              bisa tutup pabrik," kata Fajar.


              Berdasarkan  kategori  yang  dibuat  pemerintah,  industri  olefin,  aromatik,  dan  plastik  masuk
              kategori sektor kritikal. "Kami juga pendukung sektor industri yang lain, seperti makanan dan
              minuman," katanya.

              Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, vaksinasi
              gotong  royong  untuk  badan  usaha  sudah  kehilangan  momentum.  Menurut  dia,  lambatnya
              pelaksanaan  vaksinasi  gotong  royong  membuat  karyawan  terlebih  dulu  mendapat  vaksinasi
              program pemerintah.

              Menurut dia, hal itulah yang membuat sejumlah pelaku usaha yang mendaftar vaksin gotong
              royong mundur. Hariyadi mengatakan pelaku usaha sebetulnya tidak memiliki masalah terkait
              komitmen pembayaran. Hanya saja, alokasi vaksin diatur oleh PT Bio Farma (Persero).

              Tanggapan Kadin Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid
              berkomitmen  mempercepat  realisasi  vaksinasi  gotong  royong  untuk  perusahaan.  Organisasi
              pengusul pelaksanaan vaksinasi gotong royong ini telah menerima pendaftaran dari 28 ribu lebih
              perusahaan dengan total perserta sebanyak 10,5 juta orang.

              Calon peserta program vaksinasi gotong royong ini bukan hanya karyawan perusahaan tetapi
              juga keluarga karyawan. "Saat ini kami lebih intens berkoordinasi dengan semua pihak agar
              vaksinasi untuk dunia usaha bisa cepat pelaksanaannya," kata Arsjad dalam keterangannya.

              Langkah pendaftaran vaksinasi gotong royong adalah memverifikasi data perusahaan. Kemudian
              Kadin  akan  menentukan  alokasi  bagi  tiap  perusahaan  swasta  sesuai  dengan  pasokan  yang

                                                           115
   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121