Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 115
positive - Arsjad Rasjid (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia) Saat ini
kami lebih intens berkoordinasi dengan semua pihak agar vaksinasi untuk dunia usaha bisa cepat
pelaksanaannya
positive - Arsjad Rasjid (Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia)
Pelaksanaan vaksinasi termasuk distribusi berada dalam koordinasi Bio Farma
Ringkasan
Lambatnya realisasi vaksinasi gotong royong oleh perusahaan disebut pemerintah menjadi
alasan untuk meluncurkan program vaksinasi berbayar individu. Program vaksinasi gotong
royong perusahaan yang dimulai 18 Mei 2021 ini ditargetkan bisa menjangkau 15 juta orang.
VAKSINASI GOTONG ROYONG LAMBAT, PEKERJA BERALIH KE PROGRAM
PEMERINTAH
Lambatnya realisasi vaksinasi gotong royong oleh perusahaan disebut pemerintah menjadi
alasan untuk meluncurkan program vaksinasi berbayar individu. Program vaksinasi gotong
royong perusahaan yang dimulai 18 Mei 2021 ini ditargetkan bisa menjangkau 15 juta orang.
Pemerintah berharap program vaksinasi gotong royong ini bisa mempercepat vaksinasi. Sebab,
pemerintah perlu menyuntik 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan komunitas. Namun,
kecepatan program vaksinasi ini tidak sesuai yang direncanakan. Belakangan, target dinaikkan
menjadi 208 juta karena memasukkan anak-anak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dari pasokan vaksin Sinopharm sebanyak
1,5 juta dosis baru 300 ribu dosis yang tersalurkan. Untuk vaksinasi gotong royong, pemerintah
mengalokasikan khusus vaksin Sinopharm. Pada kenyataannya, kecepatan vaksinasi gotong
royong hanya 10-15 ribu dosis per hari.
Masih sedikitnya penyaluran vaksinasi gotong royong juga terlihat dari data di Corona Jakarta.
Dari data tersebut, diketahui bahwa vaksinasi gotong royong dosis pertama baru disalurkan
sebanyak 40.672 dosis, dan dosis dua bahkan baru disuntikkan kepada 15.550 penerima vaksin.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil Rakhman mengatakan tak
sedikit anggota asosiasi yang mengundurkan diri dari program vaksinasi gotong royong.
Persoalan harga menjadi faktor utamanya. Menurut data yang dihimpun asosiasi, jumlah yang
mengundurkan diri mencapai lebih dari 70 persen anggota.
"Harga untuk dua dosis vaksin itu Rp1 juta. Banyak perusahaan yang pada akhirnya
mengundurkan diri karena persoalan harga," kata dia kepada Lokadata.id, Rabu (14/7/2021).
Menurut catatan API, per Agustus 2020, industri tekstil dan produk tekstil menyerap sekitar 1,07
juta pekerja.
Untuk tetap bisa mengikutkan pekerjanya dalam program vaksinasi, kata Rizal, API menjalin
kerja sama dengan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan kepolisian.
114

