Page 146 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 146

(WFH). Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo)
              Dedy Permadi.



              SOAL WFH, MENKO LUHUT MINTA MENAKER TERBITKAN ATURAN

              Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Tenaga Kerjaan (Menaker)
              untuk  menerbitkan  aturan  mengenai  penafsiran  "kerja  dari  rumah"  atau  Work  From  Home
              (WFH). Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo)
              Dedy Permadi.

              "Agar tidak terjadi perbedaan pandangan mengenai Work From Home. Termasuk, di dalamnya
              terkait definisi  'dirumahkan'  yang  berpotensi berdampak pada pengurangan  upah buruh  dan
              pekerja," ujar Dedy dalam Keterangan Pers Harian PPKM Darurat yang disiarkan di kanal Youtube
              Sekretariat Presiden, Rabu (14/7/2021).

              Dedy melanjutkan, kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi banyaknya
              pekerja yang terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan. "Oleh
              karena  itu,  saat  ini  pemerintah  sedang  dengan  serius  menyusun  langkah-langkah  untuk
              menghindari PHK karyawan dan di saat bersamaan menyelamatkan karyawan," tutur Dedy.

              Di sisi lain, Menaker telah menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan protokol kesehatan di
              tempat kerja. Pembahasan dalam surat edaran tersebut mencakup upaya vaksinasi, pengadaan
              masker dan perlengkapan kesehatan, penyediaan layanan isolasi mandiri, dan sebagainya.

              Jubir Kominfo itu juga melaporkan pada hari ke-10 pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, hampir
              seluruh wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten mengalami perbaikan dalam penurunan
              mobilitas masyarakat.

              "DKI Jakarta mengalami penurunan mobilitas hingga minus 21,3 persen. Hanya wilayah Jakarta
              Timur yang masih cukup padat. Sementara, wilayah Jawa Barat sudah mengalami penurunan
              mobilitas  meski  di  wilayah  Pantura  masih  ada  pergerakan  masyarakat  yang  cukup  tinggi,"
              terangnya.

              Ia  menyatakan,  Luhut  mengimbau  seluruh  masyarakat  untuk  terus  bekerja  sama  menekan
              mobilitas masyarakat hingga mencapai minus 50 persen.

              "Koordinator  PPKM  Darurat  mengimbau  agar  seluruh  pihak  terus  bekerja  untuk  menekan
              mobilitas masyarakat hingga minus 30 persen dan pada akhirnya mencapai minus 50 persen,"
              tukasnya.

              Dedy  menekankan,  upaya  penurunan  mobilitas  ini  merupakan  aspek  penting  yang  akan
              menghambat  penyebaran  virus  Covid-19  secara  signifikan.  "Penurunan  mobilitas  masyarakat
              adalah agenda yang betul-betul menjadi prioritas saat ini yang sangat amat perlu untuk didukung
              penuh oleh seluruh masyarakat," katanya.







                                                           145
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151