Page 151 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 151

bangsa, serta tetap berpegang teguh kepada arahan dan instruksi Presiden Joko Widodo dengan
              tidak mengkomersialkan vaksin.

              "Saya  dan  pimpinan  DPR  akan  selalu  mendukung  Biofarma.  Kami  akan  terus  memenuhi
              kebutuhan  Biofarma  untuk  menjadi  "Pedang  Bangsa"  dalam  memerangi  Covid-19.  Kami
              mendorong Bio Farma harus membentuk konsorsium dengan perusahaan sejenis di dalam dan
              luar negeri agar lebih mampu melakukan percepatan produksi lebih banyak vaksin," tuturnya.

              Gus  Muhaimin  juga  mendorong  dan  mendukung  agar  Biofarma  akan  semakin  mampu
              memproduksi  vaksin  dalam  negeri  yakni  Vaksin  Merah  Putih.  "Kami  akan  terus  memperkuat
              modal kerja Bio Farma agar kapasitas dan kecepatan produksi vaksin lebih besar," urainya.

              Ia juga mengingatkan, masyarakat harus mengikuti semua prosedur protokol kesehatan secara
              disiplin. Sebab, mereka yang sudah divaksin maupun yang belum, harus disiplin menerapkan
              protokol kesehatan karena ini pangkal masalahnya.

              "Mari kita percepat vaksinasi ini. Ayo semua berduyun-duyun, kita tunjukkan bahwa kita bisa
              memiliki daya tahan dan daya tangkal yang kuat. Di semua negara yang sukses menangani
              pandemi ini adalah karena protokol kesehatannya berhasil," tutur Ketua Umum PKB itu.

              Diketahui,  ikut  dalam  kunjungan  tersebut  Wakil  Ketua  MPR  Jazilul  Fawaid,  Menteri
              Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah,  Ketua  Fraksi  PKB  DPR  Cucun  Ahmad  Syamsurijal,  dan  Ketua
              Komisi VI DPR Faisol Riza.

              Sementara itu, Direktur Utama PT Biofarma (Persero) Honesti Basyir mengatakan bahwa saat ini
              hal yang terpenting adalah bagaimana vaksin ini cepat diberikan kepada masyarakat. Karena
              dari data yang ada, 80 persen orang yang dirawat di rumah sakit itu belum divaksin, 8 persen
              itu yang baru vaksin pertama tapi sudah kena karena belum lengkap.

              "Ada juga yang vaksin kedua tapi karena faktor komorbid atau memang saat divaksin memang
              sudah kena, tapi lagi masa inkubasi. Poinnya apa, vaksin yang bagusnya, lebih cepat divaksin,
              sudah, itu saja," katanya.


              Honesti  juga  mengatakan,  saat  ini  stok  vaksin  sangat  mencukupi.  Namun,  untuk  proses
              distribusinya  sangat  tergantung  pada  kesiapan  dan  permintaan  dari  pemerintah  daerah
              setempat.


              "Kalau  sudah  siap  itu  langsung  dikirim.  Sekarang  tinggal  masalahnya  koordinasi  antara
              pemerintah setempat dengan masyarakat untuk melakukan vaksinasi secepatnya," tuturnya.



















                                                           150
   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156