Page 153 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 153

MENAKER IDA DUKUNG PERCEPATAN PELAKSANAAN VAKSINASI GOTONG ROYONG

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengatakan,  pemerintah  mendukung
              percepatan pelaksanaan program vaksinasi gotong royong untuk mempercepat herd immunity
              di dunia usaha dan industri.

              "Percepatan  program  vaksin  gotong  royong  sangat  diharapkan.  Sebab,  masih  banyak
              perusahaan yang menunggu alokasi vaksin gotong royong agar dapat segera diberikan kepada
              karyawan dan keluarga mereka," katanya.

              Dia mengatakan itu saat meninjau PT Bio Farma (Persero) di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Rabu
              (14/7/2021).

              Lewat program vaksinasi gotong royong, proses produksi dan produktivitas para pekerja juga
              diharapkan dapat berjalan dengan lebih aman dan nyaman. Dengan demikian, para pekerja bisa
              memicu pemulihan ekonomi nasional (PEN).

              "Kami harapkan, para pekerja baik di lingkungan industri, pabrik, maupun perusahaan, akan bisa
              bekerja lebih produktif serta terhindar penyebaran Covid-19," ucapnya dalam keterangan tertulis
              yang diterima Kompas.com, Rabu.

              Selain itu, Ida juga menyebutkan, perlu adanya tambahan alokasi vaksin bagi daerah-daerah
              yang menjadi konsentrasi industri padat karya, seperti penambahan alokasi 15.000 vaksin di
              Provinsi Banten, Jabar, Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim).

              Pada kesempatan ini, Ida turut mengapresiasi dan mendukung Bio Farma dalam memastikan
              ketersediaan  alokasi  vaksin  bagi  seluruh  kelompok  sasaran  (  targeted  group  )  yang  telah
              ditetapkan pemerintah.

              Dalam kunjungan tersebut, dia juga menyerahkan manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada
              penerima manfaat dari Bio Farma atas nama Novilia Sjafri Bachtiar dan Dede Wahyu.

              "Mengingat keahlian dan keterampilan yang almarhumah miliki, ini merupakan kehilangan yang
              sangat besar bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bagi Bio Farma," katanya.

              Adapun, bantuan beasiswa bagi ahli waris kedua penerima manfaat tersebut atas nama Novilia
              Sjafri Bachtiar, berupa Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 105.263.506, JKM Rp 42.000.000,
              Jaminan Pensiun Berkala minimal Rp 356.600 per bulan, estimasi beasiswa anak kedua usia
              kuliah Rp 12.000.000, dan anak ketiga usia kuliah Rp 12.000.000.

              Kedua, atas nama Dede Wahyu, berupa JHT sebesar Rp 78.676.062, JKM Rp 42.000.00, Jaminan
              Pensiun Berkala minimal Rp 356.600 per bulan, estimasi beasiswa anak pertama usia kuliah Rp
              12.000.000, dan anak kedua usia SD Rp 1.500.000.












                                                           152
   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158