Page 177 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 177

LUHUT TELEPON MENAKER: WFH DI PPKM DARURAT JANGAN JADI ALASAN PHK
              PEKERJA

              Koordinator PPKM Darurat Jawa Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, menelepon Menaker Ida Fauziyah
              untuk meminta perusahaan tak menjadikan aturan WFH saat sebagai alasan mem-PHK pekerja.

              Hal itu dilakukan, setelah banyak ditemukan perusahaan yang merumahkan pekerjanya hingga
              berujung PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Keharusan bekerja dari rumah atau WFH (Work
              From  Home)  untuk  sektor  non-esensial  dan  non-kritikal,  dijadikan  alasan  oleh  perusahaan
              tertentu.

              "Pak Luhut selaku Koordinator PPKM Darurat juga telah meminta Menteri Ketenagakerjaan untuk
              menerbitkan aturan mengenai penafsiran bekerja dari rumah atau work from home, agar tidak
              terjadi perbedaan pandangan mengenai," kata Juru Bicara PPKM Darurat, Dedy Permadi, dalam
              keterangan pers virtual, Rabu (14/7).

              "Termasuk di dalamnya terkait dengan definisi 'dirumahkan'. Ini berpotensi berdampak pada
              pengurangan upah buruh dan pekerja," lanjut Dedy yang juga Juru Bicara Kementerian Kominfo
              itu.

              Aturan ini, ujar Dedy, sangatlah diperlukan apalagi banyak pekerja yang justru mengalami PHK
              atau dirumahkan. Untuk itu, pemerintah terus berupaya agar kejadian seperti ini dapat dihindari
              di masa yang akan datang.

              Menurut Dedy, menyatakan kalau karyawan tidak bekerja di kantor, tapi dari rumah karena PPKM
              Darurat, jangan sampai jadi alasan pemberhentian pekerja.

              "Kebijakan yang diambil dengan mempertimbangkan bahwa banyak pekerja yang terancam PHK
              dan  dirumahkan.  Saat  ini  Pemerintah  sedang  serius  menyusun  langkah-langkah  untuk
              menghindari karyawan dan di saat bersamaan menyelamatkan perusahaan," ujarnya.


































                                                           176
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182