Page 2 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 2

Newstrend Ketenagakerjaan

                                                    15 Juli 2021


                                                    Berita Terbaru

               120

               100

                80                                     Positif; 113
                60
                                                                                  Negatif; 32
                40

                20

                 0
                                       Positif                                   Negatif

                                                  NEWSTREND


                                  Menaker Ida: Sejumlah Opsi bagi Perusahaan dalam
               Judul           :
                                  Masa PPKM Darurat

               Sentimen  :  Positif


              Ringkasan


              Untuk memaksimalkan penanganan pandemi Covid-19, Menteri Ketenagakerjaan, Ida
              Fauziyah,  meminta  perusahaan,  khususnya  yang  berada  di  sektor  esensial,  untuk

              memperketat waktu kerja. Hal ini agar target pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan

              Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dapat tercapai dengan maksimal.


              Opsi tersebut di antaranya adalah pekerja/buruh hanya bekerja 15 hari dalam satu bulan.
              Artinya, 15 hari untuk bekerja dari kantor (WFO) dan 15 hari sisanya untuk bekerja dari

              rumah  (WFH),  sebagaimana  sempat  diusulkan  oleh  Menteri  Koordinator  Bidang
              Kemaritiman  dan  Investasi,  Luhut  Binsar  Pandjaitan.  Opsi  lainnya  yakni  melakukan

              pekerjaan secara 2-1 (2 hari kerja dan 1 hari libur). Dengan opsi ini maka seluruh pekerja
              bisa memperoleh giliran kerja. Selain itu, perusahaan dapat pula memilih merampingkan

              divisi/unit kerja yang bukan core/inti, yang tidak membutuhkan pekerja sebesar di masa

              normal. Sehingga jumlah pekerja di unit core/inti dapat dimaksimalkan. Perusahaan juga
              dapat  memilih  opsi-opsi  lain  sesuai  dengan  karakter  proses  produksi  di  perusahaan

              masing-masing.


                                                            1
   1   2   3   4   5   6   7