Page 299 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 299
Enam butir pernyataan Deklarasi Gotong Royong Untuk diketahui, Deklarasi Gotong Royong
berisikan enam pokok komitmen. Pertama, menyelesaikan segala pertikaian dan konflik melalui
dialog yang sehat dan kompromi yang adil.
Kedua, menepis semua berita bohong terkait pandemi Covid-19 yang tidak berdasar pada kajian
medis.
Ketiga, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam masa PPKM darurat dan masa-masa
sesudahnya.
Keempat, meniadakan pengumpulan massa yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19, dan
membawa semua bentuk perselisihan ke meja perundingan dengan kepala dingin dan
bertanggung-jawab.
Kelima, memberikan tugas kepada Menaker Republik Indonesia (RI), dengan seluruh
kewenangan yang dimilikinya untuk mengupayakan langkah-langkah praktis dan strategis.
Hal tersebut bertujuan untuk memperbaiki situasi industri dan ketenagakerjaan di seluruh
Indonesia, selama dan pasca-pandemi Covid-19.
Keenam, saling mengingatkan khususnya dalam hal penegakan prokes di lingkungan kerja.
"Selalu ada pelangi setelah hujan. Saat ini Ibu Pertiwi sedang sakit. Saatnya kami bergotong-
royong keluar dari kesulitan demi kesulitan yang tengah dihadapi," ujar Ida.
Kunci utama hadapi pandemi Covid-19 Dalam kesempatan tersebut, Menaker Ida mengatakan,
kunci utama menghadapi situasi pandemi Covid-19 harus memiliki percaya diri tinggi dan selalu
optimistis.
Selain itu, sebut dia, kreativitas dan inovasi harus terus dilakukan untuk dapat bangkit dari
keterpurukan.
"Paling penting adalah semua upaya ini tidak bisa dijalankan secara parsial. Namun harus
dilakukan secara serentak dengan melibatkan pengusaha dan pekerja sebagai tanggung jawab
dan persoalan bersama," imbuh Ida.
Ia menilai, masyarakat termarjinal, pekerja atau buruh berpendidikan dan keterampilan rendah
menjadi golongan paling terdampak akibat Covid-19.
Sebab, kata Ida, masyarakat pekerja dan buruh di seluruh dunia tidak hanya menghadapi kondisi
pandemi Covid-19. Mereka juga harus menghadapi tantangan disrupsi.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko
Kemaritiman) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kunci utama menghadapi Covid-19 bukan
dengan obat apalagi vaksin.
"Kuncinya adalah prokes dan harus dilakukan paralel seiring berjalannya agar dapat mengontrol
Covid-19 ke depannya," katanya, dalam sambutannya secara virtual.
Luhut menegaskan, pemerintah tidak bisa menyelesaikan persoalan Covid-19 tanpa kerja sama
dengan para pengusaha maupun pekerja.
298

