Page 295 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 295

Ringkasan

              Pemerintah  terus  berupaya  untuk  menekan  penyebaran  Covid-19,  salah  satunya  dengan
              Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kali ini, Menteri Koordinator
              Kemaritiman  Luhut  Panjaitan  meminta  kepada  Kementerian  Ketenagakerjaan  untuk  menata
              ulang jam kerja buruh. Permintaan dilayangkan terkait perkembangan hasil PPKM Darurat.



              LUHUT USUL BURUH PABRIK TERAPKAN SEHARI KERJA SEHARI DI RUMAH
              SELAMA PPKM DARURAT

              Pemerintah  terus  berupaya  untuk  menekan  penyebaran  Covid-19,  salah  satunya  dengan
              Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

              Kali  ini,  Menteri  Koordinator  Kemaritiman  Luhut  Panjaitan  meminta  kepada  Kementerian
              Ketenagakerjaan  untuk  menata  ulang  jam  kerja  buruh.  Permintaan  dilayangkan  terkait
              perkembangan hasil PPKM Darurat.

              Luhut mengklaim PPKMÂ darurat berhasil menekan mobilitas masyarakat. Tak hanya itu, PPKMÂ
              darurat juga dia klaim berhasil meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19.

              "Artinya wilayah dengan zona hitam berubah ke merah, zona merah menjadi zona kuning, nah
              itu cukup banyak hari ini. Namun masih ada yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya para
              buruh  yang  di  mana  industri  ini  masih  banyak merahnya.  Kalau  bisa  saya  usul  jadwal  kerja
              mereka diperketat," kata Menko Luhut  seperti dikutip, Selasa (13/7/2021).

              Luhut  mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan dalam
              menata ulang jam dan hari kerja buruh. Salah satu yang dia sampaikan ke ke Menteri Tenaga
              Kerja (Menaker) Ida Fauziyah adalah dengan menerapkan mekanisme sehari kerja sehari di
              rumah.

              "Kalau seharusnya dia bekerja sebulan 30 hari, ini jadi 15 hari. Jadi sehari di rumah, sehari di
              tempat  kerja.  Ini  juga  pada  prinsipnya  untuk  menghindari  para  pekerja/buruh  tersebut
              'dirumahkan'," ungkap Menko Luhut.

              Namun demikian, agar sistem kerja itu tak disalahtafsirkan perusahaan dengan mengartikanÂ
              WFH tanpa upah bagi pekerja, dia meminta Ida untuk membuat aturan yang jelas.

              "WFH dan dirumahkan harap bikin saja dengan jelas, sehingga nanti bisa diterjemahkan melalui
              peraturan menteri atau surat edaran instruksi dari Mendagri. Jadi tidak ada penafsiran macam-
              macam," tegasnya.

              Selain sistem kerja itu, agar upaya pencegahan penularan Covid-19 di kalangan pekerja pabrik
              bisa berhasil, dia juga meminta Ida untuk mengatur jam makan siang karyawan supaya tidak
              bersamaan.  Itu  demi  mencegah  terjadinya  kerumunan  yang  berpotensi  menyebarkan  virus
              corona.

              "Jadi jangan sampai mereka itu makan siang bersama-sama, menimbulkan kerumunan. Intinya
              jam makan diperhatikan, jangan sampai bertemu makan bareng. Saya serahkan ini ke Menaker
              Ida," tegasnya.
                                                           294
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300