Page 92 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 92

Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meminta perusahaan, khususnya yang berada di sektor
              esensial,  untuk  memperketat  waktu  kerja.  Hal  ini  agar  target  pelaksanaan  Pemberlakuan
              Pembatasan  Kegiatan  Masyarakat  (PPKM)  Darurat  dapat  tercapai  dengan  maksimal.
              "Menanggapi situasi dunia usaha dalam masa PPKM Darurat ini, maka dibutuhkan penyesuaian
              terkait jumlah pekerja di perusahaan, pelaksanaan prokes di tempat kerja, penyesuaian waktu
              kerja, dan dampaknya terhadap hak-hak pekerja," ujar Ida dalam siaran pers yang diterima pada
              Rabu (14/7).




              PEMERINTAH SIAPKAN SEJUMLAH OPSI BAGI PERUSAHAAN DI MASA PPKM
              DARURAT

              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meminta perusahaan, khususnya yang berada di sektor
              esensial,  untuk  memperketat  waktu  kerja.  Hal  ini  agar  target  pelaksanaan  Pemberlakuan
              Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dapat tercapai dengan maksimal.

              "Menanggapi situasi dunia usaha dalam masa PPKM Darurat ini, maka dibutuhkan penyesuaian
              terkait jumlah pekerja di perusahaan, pelaksanaan prokes di tempat kerja, penyesuaian waktu
              kerja, dan dampaknya terhadap hak-hak pekerja," ujar Ida dalam siaran pers yang diterima pada
              Rabu (14/7).

              Ida mengatakan pelaksanaan PPKM Darurat telah diatur melalui Inmendagri No.18 Tahun 2021
              tentang Perubahan Atas Inmendagri No.15 Tahun 2021. Melalui Inmendagri tersebut, sektor
              esensial  menjadi  salah  satu  sektor  yang  diizinkan  untuk  bekerja  dari  kantor  (WFO)  hingga
              mencapai  50%.  Meski  begitu,  perusahaan  di  sektor  esensial  diharapkan  lebih  memperketat
              waktu kerja guna memaksimalkan PPKM Darurat.

              "Sepanjang dipastikan telah memenuhi kriteria dalam Inmendagri, maka perusahaan di sektor
              esensial dapat membuat opsi-opsi untuk memaksimalkan proses produksi," tutur Ida.


              Opsi  tersebut  di  antaranya  adalah  pekerja/buruh  hanya  bekerja  15  hari  dalam  satu  bulan.
              Artinya, 15 hari untuk bekerja dari kantor (WFO) dan 15 hari sisanya untuk bekerja dari rumah
              (WFH),  sebagaimana  sempat  diusulkan  oleh  Menteri  Koordinator  Bidang  Kemaritiman  dan
              Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

              "Opsi lainnya bisa berupa penerapan shift kerja di perusahaan agar tidak terjadi penumpukan
              pekerja pada shift yang sama," kata Ida.


              Opsi lainnya yakni melakukan pekerjaan secara 2-1(2 hari kerja dan 1 hari libur). Dengan opsi
              ini  maka  seluruh  pekerja  bisa  memperoleh  giliran  kerja.  Selain  itu,  perusahaan  dapat  pula
              memilih  merampingkan  divisi/unit  kerja  yang  bukan  inti,  yang  tidak  membutuhkan  pekerja
              sebesar di masa normal. Sehingga jumlah pekerja di unit inti dapat dimaksimalkan.

              Perusahaan  juga  dapat  memilih  opsi-opsi  lain  sesuai  dengan  karakter  proses  produksi  di
              perusahaan masing-masing.





                                                           91
   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97