Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 95

Ringkasan

              Disrupsi  telah  memberikan  dampak  nyata  pada  tren  pekerjaan,  khususnya  bagi  generasi
              millennial.  Setelah  lulus  menempuh  studi  di  jenjang  pendidikan  tinggi,  kini  mereka  memiliki
              beragam pilihan pekerjaan. Tidak hanya sebatas sebagai pegawai, tetapi juga sebagai seorang
              entrepreneur atau wirausahawan yang mampu mencipatakan lapangan kerja.



              LULUSAN VOKASI AHLI KEWIRAUSAHAAN DIHARAPKAN DAPAT TEKAN ANGKA
              PENGANGGURAN

              Disrupsi  telah  memberikan  dampak  nyata  pada  tren  pekerjaan,  khususnya  bagi  generasi
              millennial.

              Setelah lulus menempuh studi di jenjang pendidikan tinggi, kini mereka memiliki beragam pilihan
              pekerjaan.

              Tidak  hanya  sebatas  sebagai  pegawai,  tetapi  juga  sebagai  seorang  entrepreneur  atau
              wirausahawan yang mampu mencipatakan lapangan kerja.

              Koordinator Kemitraan dan Penyelarasan Bidang Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Direktorat
              Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Agus Susilohadi
              mengungkapkan,  kemampuan  kewirausahaan  yang  dimiliki  oleh  mahasiswa  vokasi  ini  akan
              menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pengangguran terdidik.

              Namun hal ini perlu didukung dengan ekosistem yang baik, serta komitmen pimpinan dalam
              mengembangkan skill wirausaha bagi para mahasiswanya.

              "Kita saat ini berada di era disrupsi dengan salah satu tren-nya adalah gig economy. Perguruan
              Tinggi  Penyelenggara  Pendidikan  Vokasi  wajib  membekali  lulusannya  dengan  kompetensi
              minimal  yang  dibutuhkan  di  masa  ini,  terutama  aspek  4C  (critical  thinking,  creativity,
              collaboration,  communication)  sebagai  dasar  kompetensi  kewirausahaan,"  ujar  Agus,  Rabu
              (14/7/2021).

              Agus  menegaskan  bahwa  semangat  wirausaha  yang  ditumbuhkan  dari  pendidikan  vokasi
              memiliki ciri khas tersendiri.

              Artinya, lulusan tidak boleh gagap dalam menerjemahkan kewirausahaan sehingga usaha yang
              dirintis nantinya bisa berbeda, dan utamanya mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

              Mereka nantinya akan menjadi social entrepreneur maupun technopreneur di bidang masing-
              masing.

              Pentingnya skill wirausaha juga diungkapkan oleh dosen Universitas Indonesia yang kini menjadi
              salah satu tim Program Penguatan Ekosistem Kewirausahaan Kemendikbudristek, Rifelly Dewi
              Astuti.

              Menurutnya,  mahasiswa  sebagai  calon  tenaga  kerja  terdidik  Indonesia  harus  memiliki
              pengetahuan dan skill yang sesuai dengan permintaan pasar tenaga kerja.



                                                           94
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100