Page 226 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 OKTOBER 2020
P. 226
Ida menjelaskan bahwa hingga saat ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah
menerima 12,41 juta data peserta BPJAMSOSTEK sebagai penerima BSU. Dari jumlah tersebut,
10,7 juta orang atau 92,48 persen peserta sudah menerima bantuan.
Sementara itu, 745.669 peserta atau sekitar 6 persen di antaranya akan segera mendapatkan
BSU karena masih dalam proses pengiriman dari bank penyalur. BPJAMSOSTEK pun
mengembalikan sejumlah data kepada pemberi kerja untuk diverifikasi ulang karena adanya
ketidaksesuaian atau ketidaklengkapan data.
Menurut Ida, pihaknya akan mengembalikan sejumlah dana ke rekening negara karena jumlah
peserta yang akan menerima bantuan tidak memenuhi target awal, yakni 15 juta peserta
BPJAMSOSTEK. Artinya terdapat kekosongan sekitar 2,59 juta pekerja.
"Sisa anggaran yang ada tadi dikembalikan ke kas negara. Kalau sudah dituntaskan proses
validasi data, seperti nomor rekening yang tidak aktif, itu kami kembalikan [kepada pekerja],
setelah semua clear baru kami akan serahkan sisanya [anggaran ke kas negara], jadi angka
persis yang dikembalikan belum ketahuan," ujar Ida.
Menurut Ida, pihaknya harus menyelesaikan proses validasi dari data yang baru diterima
Kemenaker dari BPJAMSOSTEK pada hari ini, yang merupakan penyerahan data penerima BSU
gelombang kelima. Setelah proses validasi rampung, baru terdapat data sisa anggaran.
Ida belum dapat menjabarkan penggunaan sisa anggaran tersebut karena merupakan
kewenangan pemerintah. Namun, dia memastikan bahwa pemerintah menyerap aspirasi terkait
program pemulihan ekonomi nasional (PEN), di antaranya pemberian bantuan bagi guru honorer.
"Aspirasi direspons [program] PEN dan Pak Presiden [Joko Widodo] terkait teman-teman guru
honorer baik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama. Kami
kembalikan ke kas negara untuk disampaikan kepada guru honorer," ujar Ida.
Adapun, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto menjelaskan bahwa pihaknya berhasil
mengumpulkan 14,8 juta nomor rekening pekerja calon penerima BSU atau hampir mendekati
target pemerintah. Namun, setelah adanya validasi berlapis, hanya 12,4 juta peserta yang
memenuhi ketentuan.
Agus menilai bahwa hal tersebut terjadi karena sejumlah faktor, seperti kondisi geografis yang
mempersulit koordinasi dan pengumpulan data perusahaan-perusahaan di daerah terpencil.
Selain itu, kepemilikan rekening bank bagi pekerja di daerah terpencil pun menjadi kendala
tersendiri, terlebih pembayaran gaji disinyalir masih dilakukan secara manual.
225

