Page 766 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 766

BPJS KETENAGAKERJAAN KUMPULKAN REKENING CALON PENERIMA SUBSIDI
              UPAH
              Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan masih mengumpulkan rekening
              calon penerima subsidi upah kepada perusahaan tempat mereka bekerja.

              "Kami sedang melakukan penyisiran data 'by name, by address' siapa saja peserta aktif per 30
              Juni dan kami mendapat data sebanyak 15,7 juta tapi data itu belum ada nomor rekeningnya.
              Karena itu sejak Sabtu (8/8) kemarin kami minta ke perusahaan agar melengkapi nomor-nomor
              rekening  pekerjanya  yang  gajinya  di  bawah  Rp5  juta  sesuai  yang  dilaporkan  ke  BPJS
              Ketenagakerjaan," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dalam konferensi
              pers di Kantor Presiden Jakarta, Senin (10/8).

              Pemerintah akan memberikan subsidi gaji bagi pekerja formal dengan gaji di bawah Rp5 juta
              per bulan, yaitu sebesar Rp600 ribu per bulan akan disalurkan pada kuartal III 2020, yang berarti
              selambat-lambatnya  September  2020.  Berdasarkan  data  yang  sudah  dikumpulkan  oleh  BPJS
              Ketenagakerjaan,  jumlah  penerima  manfaat  bertambah  menjadi  15.725.232  orang  dari yang
              semula ditargetkan 13.870.496 orang, sehingga anggaran bantuan pemerintah untuk subsidi
              upah juga mengalami kenaikan menjadi Rp37,7 triliun dari Rp33,1 triliun

              "Kami menyisir peserta aktif penerima upah dari sektor pekerja formal dengan upah di bawah
              Rp5 juta berdasarkan laporan pemberi kerja dan tercatat di BPJS Ketenagakerjaan. Ini tidak
              termasuk  yang  mereka  bekerja  di  induk  perusahaan  BUMN,  lembaga  negara  dan  instansi
              pemerintah," terang Agus, dikutip  Antara  . Data 15.725.232 orang calon penerima subsidi upah
              itu, menurut Agus, adalah data hingga 30 Juni 2020.

              "Tapi nanti karena subsidi upah akan ditransfer langsung ke para pekerja sehingga kami harus
              mengumpulkan nomor rekening masing-masing pekerja. Kita pun minta ke pemberi kerja agar
              tolong dicek pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta dan dilengkapi nomor rekeningnya," ungkap
              Agus.  Menurut  Agus,  BPJS  Ketenagakerjaan  juga  sudah  memiliki  sistem  "real  time"  dalam
              pengumpulan nomor rekening tersebut.
              "Sudah terkumpul 700 ribu rekening di kita, dalam 1 hari ini kami yakin mendekati angka 1 juta
              rekening. Kami minta kerja sama seluruh HRD tolong kumpulkan nomor-nomor rekening tersebut
              dan pastikan penerimanya adalah pekerja yang di bawah Rp5 juta," jelas Agus. Agus juga menilai
              bahwa pemberian subsidi upah ini adalah momentum bagi para pengusaha yang belum tertib
              atau  belum  mendaftarkan  pekerjanya  di  BPJS  Ketenagakerjaan  agar  melakukan  pendaftaran
              sehingga pekerja menerima hak-hak mereka untuk mendapat perlindungan.

              "Kami  imbau  agar  perusahaan  melengkapi  dan  melaporkan  nomor-nomor  rekening  para
              pekerjanya dan diimbau untuk melakukan pengecekan validasi apa betul pekerja itu gajinya di
              bawah Rp5 juta. Kami sadari ada perusahaan yang belum melaporkan semua pesertanya ke
              BPJS Ketenagakerjaan dan tidak melaporkan upah sebenarnya, saat ini lakukan pembenahan
              agar patuh dan taat hukum," jelas Agus.

              Mekanisme subsidi upah tersebut, menurut Ida, diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar
              Rp600  ribu/bulan  sehingga  totalnya  para  pekerja  mendapat  Rp2,4  juta  dalam  4  bulan  yang
              diberikan setiap 2 bulan sekali, artinya sekali pencairan subsidi adalah sebesar Rp1,2 juta. (Der).










                                                           765
   761   762   763   764   765   766   767   768   769   770   771