Page 794 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 794
Judul Abaikan Nasib PHK, Menaker Layak Dicopot
Nama Media rri.co.id
Newstrend Santunan Pegawai Swasta
Halaman/URL https://rri.co.id/nasional/881649/abaikan-nasib-phk-menaker-layak-
dicopot
Jurnalis Mandra Pradipta
Tanggal 2020-08-11 00:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Ujang Komaruddin (Direktur Indonesia Political Review) Kalau Menakernya gak bisa
berbuat apa-apa, layak tuk di reshuffle atau dicopot. Apapun itu. Sejatinya yang kena PHK juga
harus mendapatkan haknya. Harus diperjuangkan haknya. Karena mereka yang terkena dampak
Corona
negative - Ujang Komaruddin (Direktur Indonesia Political Review) Masa iya, pekerjaan hilang
dan jadi pengangguran. Tapi tak dapat bantuan. Padahal program bantuannya ada Rp 600 ribu
neutral - Ujang Komaruddin (Direktur Indonesia Political Review) Karena orang yang kelaparan
lebih dekat pada melakukan tindakan kejahatan. Oleh karena itu, bantu mereka agar bisa
mendapatkan haknya
positive - Ida Fauziyah (Menaker) Berdasarkan hasil rapat dengan kementerian dan lembaga,
untuk memperbanyak masyarakat yang akan mendapatkan bantuan pemerintah ini, kami
sepakat jumlah calon penerima ditingkatkan menjadi 15.725.232 orang, dari semula hanya
13.870.496 orang. Dengan demikian, maka anggaran bantuan pemerintah untuk subsidi upah
ini mengalami kenaikkan menjadi Rp 37,7 triliun dari semula Rp 33,1 triliun
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah layak dicopot dari jabatannya karena telah
membuat kecemburuan bagi rakyat Indonesia, terkait kebijakan dana subsidi pekerja Rp 600
ribu. Hal itu diutarakan Direktur Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin yang menilai,
Menaker Ida tidak punya skema komprehensif untuk memikirkan nasib orang yang terkena
pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi Covid-19.
ABAIKAN NASIB PHK, MENAKER LAYAK DICOPOT
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah layak dicopot dari jabatannya karena
telah membuat kecemburuan bagi rakyat Indonesia, terkait kebijakan dana subsidi pekerja Rp
600 ribu.
793

