Page 795 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 795

Hal itu diutarakan Direktur Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin yang menilai, Menaker
              Ida tidak punya skema komprehensif untuk memikirkan nasib orang yang terkena pemutusan
              hubungan kerja (PHK) selama pandemi Covid-19.

              "Kalau Menakernya gak bisa berbuat apa-apa, layak tuk di reshuffle atau dicopot. Apapun itu.
              Sejatinya yang kena PHK juga harus mendapatkan haknya. Harus diperjuangkan haknya. Karena
              mereka  yang  terkena  dampak  Corona,"  kata  Ujang  kepada    RRI.co.id    di  Jakarta,  Selasa
              (11/8/2020).

              Lebih jauh, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) ini menyatakan, Menaker
              Ida telah menciderai rasa keadilan, lantaran hanya memberikan bantuan kepada pekerja yang
              gajinya dibawah Rp 5 juta.

              Jangan sampai, terang Ujang, karena perut yang lapar, para pengangguran ini membuat onar
              dan menambah angka kriminalitas, akibat kebutuhan mendesak.

              "Masa iya, pekerjaan hilang dan jadi pengangguran. Tapi tak dapat bantuan. Padahal program
              bantuannya ada Rp 600 ribu," tuturnya.

              "Karena orang yang kelaparan lebih dekat pada melakukan tindakan kejahatan. Oleh karena itu,
              bantu mereka agar bisa mendapatkan haknya," pungkasnya.

              Diketahui,  pemerintah  memutuskan  untuk  menambah  jumlah  anggaran  bantuan  subsidi
              pemerintah dari semula sebesar Rp 33,1 triliun menjadi Rp 37,7 triliun.
              Menteri  Tenaga  Kerja  Ida  Fauziyah  dalam  keterangan  pers  dari  Kantor  Presiden  pada  Senin
              (10/08/20)  mengatakan,  dengan  bertambahnya  jumlah  anggaran,  maka  jumlah  penerima
              subsidi  bantuan  pun  juga  bertambah,  dari  semula  sebanyak  13.870.496  orang  menjadi
              15.725.232 orang.
              "Berdasarkan hasil rapat dengan kementerian dan lembaga, untuk memperbanyak masyarakat
              yang  akan  mendapatkan  bantuan  pemerintah  ini,  kami  sepakat  jumlah  calon  penerima
              ditingkatkan menjadi 15.725.232 orang, dari semula hanya 13.870.496 orang. Dengan demikian,
              maka anggaran bantuan pemerintah untuk subsidi upah ini mengalami kenaikkan menjadi Rp
              37,7 triliun dari semula Rp 33,1 triliun," ujar Menaker Ida Fauziyah.

              Selain itu, menurut Ida, mekanisme pencairan akan dilakukan sekali pencairan untuk dua bulan
              sekali. Total dana yang akan diterima oleh penerima manfaat yaitu sebesar Rp 2,4 juta..



























                                                           794
   790   791   792   793   794   795   796   797   798   799   800