Page 790 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 790

Ringkasan

              Pemerintah akan memberikan bantuan subsidi upah yang dimulai dari pekerja atau buruh yang
              bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi bagi
              15.725.232  pekerja  atau  buruh  selama  masa  pandemi  Covid-19.  Hal  tersebut  disampaikan
              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah, saat memberikan keterangan pers di Kantor
              Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (10/8).



              PEMERINTAH AKAN BERIKAN SUBSIDI UPAH BAGI PEKERJA ATAU BURUH

              JAKARTA. Pemerintah akan memberikan bantuan subsidi upah yang dimulai dari pekerja atau
              buruh  yang  bertujuan  untuk  melindungi,  mempertahankan,  dan  meningkatkan  kemampuan
              ekonomi bagi 15.725.232 pekerja atau buruh selama masa pandemi Covid-19.
              Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah, saat memberikan
              keterangan pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (10/8).

              "Bantuan  pemerintah  ini  merupakan  program  stimulus  yang  dikoordinasikan  dan  dibahas
              bersama  tim  Satgas  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  Kementerian  BUMN,  Kementerian
              Ketenagakerjaan, Kementerian Keuangan, dan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Menaker, dilansir
              laman setkab.go.id  Adapun pekerja atau buruh yang mendapatkan bantuan, menurut Menaker,
              harus memenuhi persyaratan, yaitu:  Pertama  , warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan
              nomor induk kependudukan;  Kedua  , terdaftar sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja
              yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan;
              Ketiga    ,  peserta  membayar  iuran  dengan  besaran  iuran  yang  dihitung  berdasarkan  upah
              dibawah Rp5 juta sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

              Keempat  , memiliki rekening bank yang masih aktif dan tidak termasuk dalam peserta penerima
              manfaat program Kartu Prakerja dan peserta membayar iuran sampai dengan bulan Juni 2020.

              "Nantinya  proses  penyaluran  bantuan  pemerintah  berupa  subsidi  upah  oleh  bank  penyalur
              dilakukan  dengan  memindahbukukan  dana  dari  bank  penyalur  kepada  rekening  penerima
              bantuan pemerintah melalui bank-bank BUMN yang terhimpun dalam Himbara (Himpunan Bank
              Milik Negara)," imbuh Menaker.

              Mekanisme penyaluran subsidi upah ini, menurut Menaker, diberikan kepada pekerja atau buruh
              sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan, kalau di total Rp2,4 juta yang akan diberikan
              setiap 2 bulan sekali yang artinya satu kali pencairan subsidi itu sebesar Rp1,2 juta.

              "Untuk  data  calon  penerima  bantuan  upah  ini  bersumber  dari  data  kepesertaan  BPJS
              Ketenagakerjaan yang telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai
              kriteria dan persyaratan yang ditentukan. BPJS Ketenagakerjaan bertanggung jawab mengenai
              kebenaran data penerima manfaat yang diberikan kepada pekerja atau buruh," imbuhnya.

              Pemerintah, lanjut Menaker, menggunakan data BPJS Ketenagakerjaan sebagai dasar pemberian
              bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran karena saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai
              paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan valid.

              "Ini dilakukan oleh Pemerintah diberikan kepada pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS
              Ketenagakerjaan  adalah  untuk  memberikan  apresiasi  kepada  para  pekerja  atau  buruh  yang
              sudah terdaftar dan aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan,'kata Menaker.

              Ini juga dimaksudkan, menurut Menaker, sebagai momentum untuk meningkatkan kepesertaan
              Jamsostek sebagai bagian dari upaya transformasi menuju Indonesia maju. Ia menambahkan

                                                           789
   785   786   787   788   789   790   791   792   793   794   795