Page 107 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 107
ALIANSI BURUH TUNTUT PEMKAB BREBES FASILITASI TEMPAT ISOMAN YANG
LAYAK
Ketua Aliansi Serikat Kabupaten Brebes, Iwan mengatakan, selama ini buruh yang terkonfirmasi
positif COVID-19 belum mendapatkan perhatian maksimal, baik dari pihak perusahaan maupun
pemerintah.
Buruh yang terkonfirmasi positif dan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) hanya diminta
melakukan isoman di rumah masing-masing. Iwan menyebut, jika dibiarkan atau tak tertangani
dengan baik akan menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19 di keluarganya. "Kami minta
agar buruh yang terkonfirmasi COVID-19 diisolasi di satu tempat. Jangan melakukan isoman di
rumahnya karena ini akan menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19," kata Iwan saat
audiensi dengan Pemkab Brebes, Kamis (5/8/2021).
Dalam audiensi itu, ada dua pilihan terkait dengan tempat yang layak untuk isoman. Pertama,
buruh meminta Pemkab Brebes memfasilitasi agar perusahaan menyediakan tempat khusus bagi
buruh yang melakukan isoman.
Kedua, Pemkab Brebes menyediakan tempat isolasi untuk para buruh yang terkonfirmasi positif
COVID-19.
"Kami mohon dapat disediakan tempat isolasi untuk buruh yang positif, baik disediakan oleh
perusahaan maupun Pemkab Brebes," jelasnya.
Selain terkait penanganan buruh yang terkena COVID-19, mereka juga menuntut hubungan
tripartit antara pemerintah, serikat buruh, dan perusahaan yang kurang maksimal. Tripartit
merupakan forum komunikasi, konsultasi, dan musyawarah ketiga pihak tersebut. Ditambah lagi
tuntutan kenaikan upah di Brebes yang dianggap masih rendah.
"Kemudian tuntutan yang keempat adalah kami meminta perhatian dari Pemkab Brebes terhadap
buruh," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Brebes, Idza Priyanti usai menerima audiensi para buruh mengatakan,
saat ini Pemkab Brebes sudah menyediakan tempat isolasi untuk warganya, termasuk para
buruh.
"Tempat isolasi yang paling efektif itu di desa. Masing-masing pemerintah desa sudah
menyediakan tempat isoman," kata Idza Priyanti.
Sedangkan penanganan buruh yang OTG COVID-19 yakni dengan isolasi mandiri di masing-
masing desa. Terkait obat dan vitamin untuk buruh isoman akan diberikan secara gratis.
Pemkab, kata Idza, akan berkomunikasi dengan perusahaan agar buruh isoman mendapatkan
perhatian dari perusahaan maupun pemerintah.
"Sekali lagi, bantuan dari dana desa yang 8 persen, dari perusahaan, dan dari pemerintah daerah
ikut memperhatikan hal tersebut," pungkasnya. (*)
106

