Page 129 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 129

PEMERINTAH JAMIN DORONG PERLUASAN KESEMPATAN KERJA PEREMPUAN

              Gresik, Jatim - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan pemerintah menjamin untuk
              terus mendorong perluasan kesempatan kerja terhadap perempuan agar sektor pekerjaan yang
              selama ini terdefinisi sebagai pekerjaan pria juga bisa diisi perempuan.

              "Sekarang sudah ada sekuriti perempuan, sopir di Smelting Gresik. Tadi saya lihat juga ada
              sekuriti perempuan," kata Ida saat memberikan kuliah umum tentang penghapusan seksual dan
              diskriminasi di tempat kerja di Kabupaten Gresik, Jatim, Kamis.

              Untuk memaksimalkan perlindungan terhadap pekerja perempuan, Ida mengaku hal itu telah
              dibahas dalam perjanjian kerja bersama (PKB) antara perusahaan dan pekerja.

              Ia  mengakui  selama  ini  banyak  kesalahpahaman  yang  simpang  siur  di  publik  saat  proses
              penyusunan UU Cipta Kerja, seperti penghapusan hak cuti haid dan cuti keguguran.
              "Ini yang perlu diluruskan, bahwa hak-hak bagi pekerja perempuan sebagaimana diatur tetap
              ada dan dijamin. Ketika cuti melahirkan tetap menerima gaji," ungkap Ida.

              Ia  menjelaskan  PKB  dan  RUU  Penghapusan  Kekerasan  Seksual  (PKS)  yang  saat  ini  sedang
              dibahas  DPR  dan  pemerintah  dibuat  untuk  memerangi  kekerasan  dan  pelecehan  seksual
              terhadap perempuan.

              "Selain itu, dalam UU Cipta Kerja hak-hak pekerja perempuan sebagaimana dalam UU 13 2003
              dijamin. Semisal cuti haid, cuti hamil dan melahirkan," papar Ida.

              Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani yang hadir pada acara tersebut, menyampaikan dukungannya
              terhadap upaya penghapusan pelecehan seksual sebagaimana yang disampaikan Menaker.

              Hal ini, menurut Yani, sejalan dengan programnya dalam Nawakarsa, yakni Bunda Puspa yang
              mendorong upaya mencapai kemandirian perempuan.

              "Jadi, ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membangun kemandirian
              perempuan," kata Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani.


              Gus Yani juga mengapresiasi Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang digelontorkan pemerintah pusat
              kepada pekerja dengan upah di bawah Rp3 juta. "Ini bisa menjadi stimulus bagi masyarakat dan
              perekonomian di Gresik," katanya.(*).




























                                                           128
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134