Page 124 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 124

neutral - R Abdullah (Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Bekasi) Pemerintah perlu memberi
              bantuan  kepada  pekerja-pekerja  yang  sudah  diakhiri  masa  kerjanya,  diberikan  alternatif-
              alternatif tertentu. Bagaimanapun, pekerja yang terkena PHK itu merupakan awal penderitaan



              Ringkasan

              Pemerintah sudah berupaya meringankan beban pekerja yang terdampak pembatasan kegiatan
              masyarakat darurat melalui bantuan subsidi upah. Namun, pemutusan hubungan kerja atau PHK
              mulai terjadi. Korban-korban PHK kini menanti uluran tangan pemerintah. Di Kabupaten Bekasi,
              Jawa  Barat,  ada  3.322  pekerja  yang  diusulkan  menerima  bantuan  subsidi  upah  kelompok
              pertama melalui kepesertaan di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Cabang
              Bekasi Cikarang. Kalangan buruh menilai bantuan upah itu belum tepat sasaran bagi pekerja di
              Kabupaten Bekasi.



              BANTUAN UPAH DAN NASIB BURUH KORBAN PHK DI BEKASI

              Pemerintah sudah berupaya meringankan beban pekerja yang terdampak pembatasan kegiatan
              masyarakat darurat melalui bantuan subsidi upah. Namun, pemutusan hubungan kerja atau PHK
              mulai terjadi. Korban-korban PHK kini menanti uluran tangan pemerintah.

              Di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ada 3.322 pekerja yang diusulkan menerima bantuan subsidi
              upah  kelompok  pertama  melalui  kepesertaan  di  Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial
              Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Cikarang. Kalangan buruh menilai bantuan upah itu belum tepat
              sasaran bagi pekerja di Kabupaten Bekasi.

              Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di masa PPKM level 4 dan 3
              mengalokasikan anggaran Rp 10 triliun untuk Prakerja dan bantuan subsidi upah (BSU). Dari
              jumlah itu, anggaran BSU untuk pekerja formal peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
              Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) dialokasikan Rp 8,8 triliun. Secara keseluruhan diperkirakan
              ada 8,7 juta pekerja yang bakal menerima bantuan itu.

              BSU  bagi  pekerja  merupakan  program  pemerintah  untuk  membantu  beban  pekerja  yang
              terdampak Covid-19. Bantuan itu direncanakan akan segera diterima sejumlah pekerja di wilayah
              Kabupaten Bekasi dalam waktu dekat ini.
              "Bantuan tunai Rp 1 juta per orang itu akan disalurkan langsung pemerintah kepada penerima
              manfaat melalui empat bank Himbara. Semoga melalui penyaluran bantuan ini dapat membantu
              pekerja memenuhi kebutuhan selama pandemi ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,"
              kata Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi Betty Kusuma Wardhani, Kamis (5/8/2021)
              di Bekasi.

              Berdasarkan data kantor BP Jamsostek Cabang Bekasi Cikarang, ada 3.322 pekerja di wilayah
              itu yang diusulkan  untuk  mendapat bantuan pada tahap pertama. BSU disebut sebagai  nilai
              tambah  bagi  pekerja  yang  terdaftar  sebagai  peserta  aktif  BP  Jamsostek,  selain  mendapat
              perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan
              pensiun, serta jaminan kematian.

              "Syarat bagi penerima BSU itu berada di wilayah PPKM level 3 dan 4 yang tercantum di Instruksi
              Mendagri Nomor 22 dan 23 Tahun 2021. Selain itu, diutamakan bagi pekerja di sektor usaha
              industri  barang  konsumsi,  transportasi,  aneka  industri,  properti  dan  real  estat,  serta
              perdagangan  dan  jasa,"  kata  Kepala  Kantor  BP  Jamsostek  Cabang  Bekasi  Cikarang  Andry
              Rubiantara.

                                                           123
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129