Page 120 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 120
psikologis, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap produktivitas kerja dan kelangsungan
usaha.
"Karena itu, perlu kepedulian bersama demi mewujudkan kenyamanan bekerja melalui
pencegahan Kekerasan dan Pelecehan di tempat kerja," kata Menaker Ida saat menyampaikan
sambutan dalam Dialog dengan Pengurus SP/SB Perempuan se-Kabupaten Gresik bertemakan
'Menghapuskan Pelecehan Seksual dan Diskriminasi di Tempat Kerja' yang berlangsung di PT
Smelting Gresik, Jawa Timur, Kamis, 5 Agustus 2021. Menaker Ida menjelaskan, untuk
meningkatkan pelindungan bagi pekerja perempuan, khususnya terkait pencegahan kekerasan,
pelecehan seksual, dan diskriminasi di tempat kerja, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya.
Diantaranya bimbingan teknis kepada manajemen perusahaan dan SP/SB, membangun
komitmen perusahaan melalui Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB),
serta integrasi dan koordinasi lintas sektoral dalam penegakan hukum.
Selain itu, juga akan menyediakan aturan yang lebih spesifik terhadap Penghapusan Kekerasan
dan Pelecehan di Tempat Kerja serta perbaikan regulasi di bidang ketenagakerjaan, di antaranya
terakonomodir melalui UU Cipta Kerja."Namun begitu, sinergitas, komitmen, dan upaya konkrit
tidak hanya dari pemerintah melainkan juga dari stakeholder terkait," ujarnya. Di masa pandemi
Covid-19, pekerja perempuan juga mengalami beban tambahan. Pekerja akan mengalami
penurunan atau hilangnya pendapatan. Kemudian, budaya pengurusan rumah tangga masih
dibebankan kepada perempuan yang secara langsung menambah beban pekerja perempuan
saat melangsungkan Work From Home (WFH). Selain itu, pemberlakuan kegiatan School From
Home (SFH) menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua yang merupakan pekerja perempuan
untuk mendidik dan mendampingi anak-anaknya."Jadi kita harus ingat, dalam setiap situasi
krisis, kelompok yang paling rentan mengalami kesenjangan, diskriminasi, dan kekerasan, adalah
kelompok marjinal di mana pekerja perempuan termasuk di dalamnya," kata Ida.(
119

