Page 122 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 122
Selain itu, Kemnaker kata Ida juga akan menyediakan aturan yang lebih spesifik terhadap
Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Tempat Kerja, serta perbaikan regulasi di bidang
ketenagakerjaan, di antaranya melalui UU Cipta Kerja.
"Namun begitu, sinergitas, komitmen, dan upaya konkrit tidak hanya dari pemerintah melainkan
juga dari stakeholder terkait," katanya.
Mantan Wakil KEtua Badan Legislasi DPR RI ini menambahkan, di masa pandemi Covid-19,
pekerja perempuan juga mengalami beban tambahan. Pertama, penurunan atau hilangnya
pendapatan. Kedua, budaya pengurusan rumah tangga masih dibebankan kepada perempuan.
Ketiga, pengurusan rumah tangga yang masih dibebankan kepada perempuan tersebut turut
menambah beban pekerja perempuan saat work from home (WFH). Keempat, kegiatan school
from home (SFH) yang juga memberi tugas kepada perempuan untuk mendampingi anaknya
saat belajar di rumah.
krisis, kelompok yang paling rentan mengalami kesenjangan, diskriminasi, dan kekerasan adalah
kelompok marjinal. Di mana pekerja perempuan termasuk di dalamnya," pungkas Ida.
Turut hadir dalam acara ini Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang; Dirjen PHI dan
Jamsos, Indah Anggoro Putri; Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani beserta jajaran; dan Presiden
Direktur PT Smelting. rmol news logo article
121

