Page 195 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 195
HARAPAN MENAKER DAN STAKEHOLDER KETENAGAKERJAAN: RI PASTI MENANG
HADAPI COVID-19
Menaker Ida Fauziyah bersama stakeholder ketenagakerjaan se-Jawa Timur melakukan
Deklarasi Gotong Royong menangkan Indonesia menghadapi pandemi COVID-19.
Ida mengatakan, spirit kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh perlu
secara terus menerus dikampanyekan dan digaungkan hingga tingkat daerah untuk mengatasi
tantangan ketenagakerjaan yang dilandasi semangat saling peduli, optimistis, dan bersama-
sama bangkit dari dampak pandemi .
Atas dasar itu, Kemenaker bersama KADIN, APINDO, dan serikat pekerja/serikat buruh Jawa
Timur menandatangani komitmen gotong royong Penandatanganan komitmen dilakukan di
Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/8).
Dalam sambutannya, Ida menyatakan bahwa kunci utama menghadapi situasi pandemi COVID-
19 harus memiliki percaya diri yang tinggi dan selalu optimistis. Selain itu, kreativitas dan inovasi
harus terus dilakukan untuk dapat bangkit dari keterpurukan.
"Yang paling penting lagi adalah semua upaya ini tidak bisa dijalankan secara parsial, tapi harus
dilakukan secara serentak, bersama-sama dengan melibatkan pengusaha dan pekerja sebagai
tanggungjawab dan persoalan bersama," jelasnya.
Untuk itu, ia menaruh harapan besar kepada dunia usaha dan serikat pekerja untuk bahu-
membahu ikut aktif dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang secara simultan
mempercepat pada seluruh rakyat Indonesia.
"Saya berharap, komitmen Gotong Royong ini dapat Memenangkan Indonesia. Kita belum kalah,
dan kita tidak akan kalah. Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh," kata Menaker Ida.
Ia menambahkan, selain pandemi COVID-19, terdapat juga tantangan disrupsi yang dihadapi
masyarakat pekerja/buruh. Yakni era otomasi yang datang lebih cepat akibat tidak
terbendungnya laju digitalisasi.
Menurutnya, tantangan disrupsi ini dihadapi pekerja/buruh di seluruh dunia. Masyarakat
termarjinal, pekerja/buruh berpendidikan dan keterampilan rendah menjadi golongan yang
paling terdampak. Mereka juga akan menjadi korban pertama digitalisasi otomasi.
"Indonesia dengan mayoritas angkatan kerja yang masih minim pendidikan dan keterampilan
harus mengantisipasi tantangan ini," ucapnya.
194

