Page 210 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 210
Kepastian itu, Menurut Sarman, perlu dilakukan agar pengusaha bisa bertahan dan tidak
melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) apalagi hingga menutup usaha secara permanen.
"Yang paling ideal adalah pemerintah memberikan stimulus khusus kepada pekerja ritel dan
memastikan berbagai stimulus pengembalian pinjaman pokok dan bunga ke perbankan
terealisasi di lapangan termasuk subsidi listrik," kata Sarman kepada Antara, Rabu (4/8/2021).
Sarman mengatakan dunia usaha mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan insentif
bebas tanggungan PPN jasa sewa ruangan atau bangunan melalui PMK-102/PMK.010/2021 yang
berlaku sejak 30 Juli 2021 untuk masa sewa Agustus-Oktober.
Namun, menurut dia, insentif tersebut tidak bisa sepenuhnya dinikmati oleh pengusaha yang
menyewa di mal atau lokasi lain karena biasanya mereka membayar sewa setahun penuh.
Bahkan, ada yang menyewa untuk dua hingga tiga tahun. Dengan demikian, ia berharap stimulus
langsung kepada para pekerja ritel bisa direalisasikan.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani,
menyebut pengendalian pandemi Covid-19 merupakan kunci utama untuk bisa mencegah
pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di dunia usaha dan industri.
Menurut dia, dalam kondisi pandemi seperti saat ini, tidak ada solusi cepat untuk bisa mencegah
PHK karena kebutuhan mempertahankan usaha harus dipenuhi dulu agar PHK massal bisa
dihentikan. "Untuk itu, kebijakan yang kami rasa paling penting pada saat ini adalah
pengendalian pandemi secepat-cepatnya agar PPKM bisa segera direlaksasi dan terjadi
normalisasi kegiatan ekonomi," katanya.
Selain itu, kebijakan lain yang perlu dilakukan yakni menggelontorkan stimulus counter cyclical
(kebijakan sebaliknya) hingga kinerja ekonomi nasional setidaknya 90 persen kembali ke level
kinerja pra-pandemi. "Apa bentuk stimulus sebaliknya ? Bisa macam-macam tergantung sektor
usaha terkait," imbuhnya.
Shinta menuturkan secara umum yang diperlukan pelaku usaha saat PPKM untuk bisa
mempertahankan tenaga kerja adalah kelancaran arus kas (cashflow); penurunan beban-beban
operasional seperti beban pajak, beban bunga pinjaman, biaya energi; serta suntikan modal
kerja. Dengan demikian, idealnya harus ada stimulus-stimulus yang menciptakan tiga hal
tersebut.
Sammy
209

