Page 208 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 208

kolaborasi  ini  bisa  bantu  mengatasi  tantangan  ketenagakerjaan  dan  bangkit  dari  dampak
              pandemi COVID-19 dengan berlandaskan semangat saling peduli dan optimis.
              Untuk  itu,  lanjutnya,  Kementerian  Ketenagakerjaan  bersama  KADIN,  APINDO,  dan  serikat
              pekerja/serikat  buruh  Jawa  Timur  melakukan  Penandatanganan  Komitmen  Gotong  Royong.
              Adapun kegiatan ini dilakukan di Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Jawa Timur.

              Dalam  sambutannya,  Ida  menerangkan  kunci  utama  menghadapi  situasi  pandemi  COVID-19
              adalah harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan selalu optimistis. Selain itu, kreativitas
              dan inovasi juga harus terus dilakukan untuk dapat bangkit dari keterpurukan.

              "Yang paling penting lagi adalah semua upaya ini tidak bisa dijalankan secara parsial, tapi harus
              dilakukan secara serentak, bersama-sama dengan melibatkan pengusaha dan pekerja sebagai
              tanggung jawab dan persoalan bersama," kata Ida dalam keterangan tertulis, Kamis (5/8/2021).

              Ia  pun  mengharapkan  kolaborasi  dari  dunia  usaha  dan  serikat  pekerja  untuk  aktif  bahu-
              membahu dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Harapannya, kolaborasi simultan
              ini dapat mempercepat herd immunity pada seluruh rakyat Indonesia.

              "Saya berharap, komitmen Gotong Royong ini dapat Memenangkan Indonesia. Kita belum kalah,
              dan kita tidak akan kalah. Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh," ungkapnya.

              Ida menambahkan, selain pandemi COVID-19, terdapat juga tantangan disrupsi yang dihadapi
              masyarakat pekerja/buruh saat ini. Menurutnya, era otomasi yang datang lebih cepat menjadi
              tantangan tersendiri akibat tidak terbendungnya laju digitalisasi.

              Meski demikian, ia mengatakan tantangan disrupsi ini dihadapi pekerja/buruh di seluruh dunia.
              Adapun tantangan ini paling berdampak pada golongan masyarakat termarjinal, pekerja/buruh
              berpendidikan, dan masyarakat dengan keterampilan rendah. Menurut Ida, golongan inilah yang
              akan menjadi korban pertama digitalisasi otomasi.

              "Indonesia dengan mayoritas angkatan kerja yang masih minim pendidikan dan keterampilan
              harus mengantisipasi tantangan ini," ucapnya.

              Selain itu, Ida juga mengungkap isi dari Deklarasi Gotong Royong yang ditandatangani pihaknya
              hari ini, antara lain.
































                                                           207
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213