Page 235 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 235
tantangan ketenagakerjaan yang dilandasi semangat saling peduli, optimis, dan bangkit bersama
dari dampak pandemi.
Saat memberikan sambutan, Ida menyebut bahwa percaya diri dan optimisme menjadi kunci
menghadapi pandemi. Selain itu, kreativitas dan inovasi harus terus dilakukan agar segera
bangkit dari keterpurukan.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah bersama para pemangku kepentingan se-Jawa Timur
seperti Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
melakukan Deklarasi Gotong Royong di Sidoarjo, Kamis(5/8). (Foto: Kemnaker) "Yang paling
penting lagi adalah semua upaya ini tidak bisa dijalankan secara parsial, tapi harus dilakukan
secara serentak, bersama-sama dengan melibatkan pengusaha dan pekerja sebagai tanggung
jawab dan persoalan bersama," katanya.
Ida mengaku menaruh harapan besar kepada dunia usaha dan serikat pekerja untuk bahu
membahu terlibat dalam pemulihan ekonomi nasional yang secara simultan mempercepat
kekebalan komunitas rakyat Indonesia.
"Saya berharap, komitmen gotong royong ini dapat memenangkan Indonesia. Kita belum kalah,
dan kita tidak akan kalah. Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh," kata Ida.
Menurutnya, tantangan disrupsi yang dihadapi kelompok pekerja bukan hanya pandemi, tetapi
juga era otomasi yang datang lebih cepat akibat digitalisasi. Ida menegaskan, tantangan ini
dihadapi pekerja seluruh dunia, di mana masyarakat termarjinal, seperti pekerja berpendidikan
dan berketerampilan rendah menjadi golongan yang paling terdampak.
Untuk itu, Indonesia dengan mayoritas angkatan kerja yang minim pendidikan dan keterampilan
harus bersiap mengantisipasi tantangan itu.
Komitmen dalam Deklarasi Gotong Royon g Adapun enam poin yang disepakati dalam Deklarasi
Gotong adalah sebagai berikut: 1. Menyelesaikan segala pertikaian dan konflik melalui dialog
yang sehat dan kompromi yang adil.
2. Menepis semua berita bohong terkait pandemi Covid-19 yang tidak berdasar pada kajian
medis.
3. Tetap mematuhi protokol kesehatan 5M pasca penerapan PPKM Darurat atau Level 1-4 dan
masa-masa sesudahnya.
4. Meniadakan pengumpulan massa yang berpotensi menyebarkan Covid-19, dan membawa
semua bentuk perselisihan ke meja perundingan dengan kepala dingin dan bertanggung jawab.
5. Pemerintah mengupayakan langkah-langkah praktis dan strategis memperbaiki situasi industri
dan ketenagakerjaan di seluruh Indonesia selama dan pasca pandemi.
6. Saling mengingatkan, khususnya terkait penegakan protokol kesehatan di lingkungan kerja.
(rea)
234

