Page 239 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 239

DISKRIMINASI, BURUH DEPOK PROTES KEBIJAKAN BARU PENYALURAN BSU
              KEMENAKER
              Depok: Serikat Buruh di Kota Depok menilai kebijakan pemerintah tidak adil, karena membatasi
              hanya buruh dengan UMP/UMK Rp3,5 juta kebawah yang mendapatkan Bantuan Subsidi Upah
              (BSU). Dampak dari kebijakan ini, puluhan ribu buruh di Kota Depok terancam tidak menerima
              subsidi ini dari pemerintah.

              "Ngga adil ini kebijakan ini untuk buruh Kota Depok, karena upah buruh Depok rata-rata Rp4,3
              juta. Mereka ngga dapat BSU jadinya. Padahal tahun lalu, batasan upah minimum UMP/UMK
              yang boleh mendapat subsidi adalah Rp5 juta," ucap Ketua KSPI Federasi Serikat Pekerja Metal
              Indonesia (FSPMI) Kota Depok Wido Pratikno, kepada RRI, Kamis (5/8/2021).

              Wido menjelaskan bahwa tolak ukur UMP/UMK suatu daerah adalah ditentukan oleh kebutuhan
              hidup di masing-masing Kabupaten/Kota. Tentu saja, ujar Wido, UMK di Jabotabek, termasuk
              Depok berada di atas Rp4 juta rupiah, karena memang hasil survey pasar kebutuhan hidupnya
              tinggi, dibandingkan dengan kebutuhan hidup Kabupaten/Kota yang ada di luar Jabotabek.

              "Yang ngga mungkin sama kebutuhan hidup Kabupaten/Kota di Jabodetabek dengan kebutuhan
              hidup Kabupaten/Kota diluar Jabodetabek dengan UMP/UMK di bawah Rp3,5 juta," jelas Wido.

              Wido  berharap  karena  buruh  Depok  tidak  mendapatkan  subsidi  BSU  itu,  ada  kebijakan  dari
              pemerintah agar mereka tetap bisa mendapatkan bantuan.

              "Karena apa? Biaya hidup dimasa  pandemi dan PPKM ini tinggi di Jabodetabek. Buruh yang
              berdampak Pandemi yang kebutuhan hidupnya tinggi malah tidak mendapat subsidi upah," ketus
              Wido.

              Seperti diketahui, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan terdapat tiga perbedaan
              antara skema bantuan subsidi gaji/upah (BSU) tahun 2021 dengan tahun 2020 bagi pekerja.
              Yaitu batasan gaji/upah, wilayah, serta sektor pekerjaan yang terdampak.

              Pada batas upah, tahun ini pekerja/buruh yang berhak mendapatkan BSU harus mempunyai
              gaji/upah paling banyak sebesar Rp3.5 juta. Pada batasan wilayah, pekerja/buruh yang berhak
              mendapatkan BSU, yaitu pekerja yang bekerja di wilayah PPKM Level 3 dan Level 4.

              Selanjutnya,  pada  sektor  kerja,  tahun  2021  ini  yang  diutamakan  mendapat  BSU  adalah
              pekerja/buruh yang bekerja pada sektor industri barang konsumsi, transportasi, aneka industri,
              properti dan real estate, perdagangan dan jasa, kecuali jasa pendidikan dan kesehatan. (RL).


























                                                           238
   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244