Page 241 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 241

"Saya berharap, Komitmen Gotong Royong ini dapat memenangkan Indonesia (dari pandemi
              Covid-19). Kita belum kalah, dan kita tidak akan kalah. Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh,"
              tegas Menaker Ida dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Kamis.

              Adapun Komitmen Gotong Royong tersebut memiliki enam pilar sebagai berikut.

              Pertama, menyelesaikan segala pertikaian dan konflik melalui dialog yang sehat dan kompromi
              yang adil.

              Kedua, menepis semua berita bohong terkait pandemi Covid-19 yang tidak berdasar pada kajian
              medis.

              Ketiga, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), yaitu memakai masker, menjaga jarak,
              mencuci  tangan,  menghindari  kerumunan,  dan  mengurangi  mobilitas  (5M)  pascapenerapan
              pemberlakuan  pembatasan  kegiatan  masyarakat  (PPKM)  darurat  atau  level  I  sampai  IV  dan
              masa-masa sesudahnya.

              Keempat, meniadakan pengumpulan massa yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19 dan
              membawa  semua  bentuk  perselisihan  ke  meja  perundingan  dengan  kepala  dingin  dan
              bertanggung-jawab.

              Kelima, pemerintah mengupayakan langkah-langkah praktis dan strategis untuk memperbaiki
              situasi industri dan ketenagakerjaan di seluruh Indonesia selama dan pascapandemi Covid-19.

              Keenam, saling mengingatkan, khususnya dalam hal penegakan prokes di lingkungan kerja.

              Menaker Ida mengatakan, tantangan ketenagakerjaan dapat diatasi apabila kolaborasi antara
              pemerintah, pengusaha, dan pekerja atau buruh terus menerus dikampanyekan hingga tingkat
              daerah.

              "Semua  upaya ini  tidak  bisa  dijalankan secara  parsial,  tapi harus  dilakukan secara serentak,
              bersama-sama  dengan  melibatkan  pengusaha  dan  pekerja  sebagai  tanggung  jawab  dan
              persoalan bersama," ujarnya.

              Untuk itu, Menaker Ida berharap, dunia usaha dan serikat pekerja dapat bahu-membahu untuk
              mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

              Menurutnya, kunci utama menghadapi pandemi Covid-19 adalah kepercayaan diri yang tinggi,
              didukung dengan optimis dan kreatif dalam berinovasi.

              Akibat  pandemi,  era  digital  datang  lebih  cepat  dan  tidak  dapat  dihindari.  Menaker  Ida  juga
              menyebutkan, tantangan ketenagakerjaan selanjutnya adalah disrupsi.

              Tantangan disrupsi tersebut, kata Menaker Ida, akan berdampak kepada pekerja dan  buruh
              dengan tingkat pendidikan dan keterampilan rendah.
              "Indonesia dengan mayoritas angkatan kerja yang masih minim pendidikan dan keterampilan
              harus mengantisipasi tantangan ini," ujarnya.

              Pada  kesempatan  yang  sama,  Menaker  Ida  menekankan,  tantangan  ketenagakerjaan  dapat
              diatasi dengan saling peduli, optimis, dan bangkit bersama-sama dari dampak pandemi.








                                                           240
   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246