Page 369 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 369

Ringkasan

              Koordinator  Advokasi  Badan  Penyelenggaraan  Jaminan  Sosial  (BPJS)  Watch  Timboel  Siregar
              menilai, Pemerintah mengeluarkan kebijakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang hanya
              dikhususkan  untuk  pekerja  formal.  Sementara  itu,  segmen  kepesertaan  yang  ada  di  BPJS
              Ketenagakerjaan terdapat segmen pekerja bukan penerima upah atau pekerja informal, pekerja
              migran Indonesia (PMI), dan pekerja jasa konstruksi (Jakon).



              BPJS WATCH NILAI PEKERJA INFORMAL BERHAK DAPAT BANTUAN SUBSIDI GAJI

              JAKARTA, - Koordinator Advokasi Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Watch Timboel
              Siregar menilai, Pemerintah mengeluarkan kebijakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang
              hanya dikhususkan untuk pekerja formal.
              Sementara itu, segmen kepesertaan yang ada di BPJS Ketenagakerjaan terdapat segmen pekerja
              bukan penerima upah atau pekerja informal, pekerja migran Indonesia (PMI), dan pekerja jasa
              konstruksi (Jakon).

              "Saya kira hampir semua pekerja terdampak pandemi Covid-19 ini, termasuk pekerja informal,
              PMI, dan Jakon. Kita bisa saksikan dengan kasat mata bagaimana pekerja ojek online, baik yang
              belum  maupun  yang  sudah  menjadi  peserta  di  BPJS  Ketenagakerjaan,  yang  dikategorikan
              sebagai  pekerja  informal,  sangat  terdampak  akibat  PPKM  Darurat  ini,  namun  tidak  menjadi
              sasaran BSU," jelas Timboel dalam keterangan resmi, Rabu (4/8/2021).

              Termasuk juga juga pekerja informal lainnya, seperti penjaga toko di mall-mall yang memang
              tidak bisa bekerja karena ketentuan PPKM berlevel, juga terdampak namun tidak mendapatkan
              BSU. Demikian juga para PMI yang pulang dari luar negeri karena terdampak pandemi Covid-19.
              Namun, dalam aturan, pekerja formal yang diberikan BSU adalah pekerja dengan status aktif, di
              mana  Timboel  menyebut  artinya  pekerja  tersebut  masih  membayar  iuran  karena  masih
              mendapatkan upah.

              "Kenapa yang dibantu justru yang masih mendapatkan upah, bukan membantu pekerja yang
              upahnya  dipotong  atau  pekerja  yang  di-PHK  karena  PPKM  Darurat  ini.  Namanya  bantuan
              seharusnya  diberikan  kepada  yang  benar-benar  memerlukan  bantuan,  bukan  pekerja  formal
              yang masih dapat upah normal dari pemberi kerja malah mendapatkan BSU. Ini ketidakadilan
              kasat mata," ujarnya.

              Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

              Daftarkan email Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) diharapkan dapat mendata pekerja
              yang  benar-benar  terdampak  sehingga  BSU  bisa  tepat  sasaran.  Timboel  menyarankan,
              Kemenaker  dapat  membuka  pendaftaran  bagi  pekerja  yang  terdampak  di  masing-masing
              disnaker yang nanti akan diperiksa validitasnya.

              "Saya kira tidak terlalu sulit mencari pekerja yang terdampak, bila memang Kemenaker dan dinas
              tenaga  kerja  (disnaker)  Propinsi/Kabupaten/Kota  mau  datang  dan  berkomunikasi  dengan
              perusahaan," kata Timboel.

              Melalui  pendataan  tersebut  juga  akan  mendukung  kualitas  data  di  Sisnaker  yang  dikelola
              Kemenaker. Dimana dalam UU No. 7 tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan, dapat
              menjadi sumber data bagi program BSU ini. Namun, Timboel mengatakan, Sisnaker dinilai tidak
              mampu menyediakan data untuk BSU.



                                                           368
   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374